oleh

Seniman Banyuwangi Menggelar Even Bertajuk “Sana Sini Seni”

Para seniman di Banyuwangi menggelar pagelaran yang bertajuk “Sana Sini Seni”. Pagelaran ini berlokasi di Gedung Juang Kesenian Rakyat Banyuwangi. Acara ini bertajuk “Sana Sini Seni” dengan mengajak seniman lintas disiplin dan generasi, antara lain pada Sabtu dan Minggu ( 12- 13 Pebruari 2022) Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan dilanjut Minggu pukul 09.00- 16.00. Bertepatan dengan masa pandemi, tentunya acara ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Momen ini juga digunakan sebagai ajang silaturahmi antara berbagai sanggar seni yang ada di Kabupaten Banyuwangi agar saling bersinergi. Didukung oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi, serta berbagai komunitas, acara yang digelar berlangsung lancar.

IMG-20220214-WA0005

Menurut Slamet Samsul Diharjo, tujuan utama diadakannya pagelaran ini untuk merangsang kreativitas pegiat dan pelaku seni agar tetap berkarya selama masa pandemi ini. Pria lulusan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya tersebut juga berharap, setelah pagelaran ini para seniman akan menciptakan inovasi baru dalam bidang seni. Ia juga berharap acara ini juga menjadi pemicu untuk regenerasi para seniman Banyuwangi.
“Kita mengadakan acara ini secara swadaya. Alhamdullilah meski begitu, banyak yang support dan sejumlah sanggar seni yang tampil mempertunjukkan karyanya dengan sangat apik,” katanya.

Rangkaian kebaikan “Sana Sini Seni ” dihadirkan dengan bentuk yang lebih segar dengan beberapa segment. Mereka bersama bisa bangkit melalui cobaan ini dan tidak terlalu lama larut dalam kekhawatiran.
Untuk mendukung para seniman yang terlibat, tetap sehat dan melaksanakan protokol kesehatan serta jangan lupa untuk selalu berbahagia. Lalu bersama teman-temannya akan yang tentunya membuat kita semua untuk berkarya bersama. Siapa yang tak kenal dengan sosok seniman musik Yon DD. Sastrawan Fatah Yasin Noor dan Inkan melalui Teater Halaman Rumahnya, mengekspresikan bentuk keseniannya melalui pantomim ini akan turut meramaikan panggung “Seni Sana Sini”.

IMG-20220214-WA0001

Sawah Art Space juga menyuguhkan racikan tarian Jaranan Buto dengan dinamis. Tak ketinggalan Bhagaskara, Jiwa Etnik Blambangan, Sanggar Seni Mekar Arum, Sanggar Alang-Alang Kumitir, SMKN 1 Banyuwangi, SMAN Purwoharjo, SMAN Darusholah Singojuruh dan tak ketinggalan dari 5678 Art Studio.

Dalam penyelenggaraan acara ini juga menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah Sanggar Seni dan Seniman Banyuwangi, menyambut antusias Mereka membawakan performace yang memang sudah tercipta sejak lama dan tari kreasi baru. Event ini diselenggarakan untuk mengajak para seniman guna semakin menekuni profesinya. Jadi, pagelaran ini membawa semangat agar para seniman tetap bersatu untuk berkarya meskipun dalam kondisi sulit sekalipun.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri menyatakan,  DKB sudah berkomitmen menjadikan Gedung Juang tersebut sebagai Gedung Kesenian Rakyat. Jauh hari sebelumnya, kata Hasan Basri, DKB telah membuat kajian tentang gedung tersebut.

”Zaman Belanda, gedung tersebut untuk pusat atraksi seni. Namanya Societiet De Club. Sangat tepat kalau sekarang pemanfaatannya untuk kesenian,” kata Hasan Basri.

Kita semua mengetahui dan sepakat bahwa kondisi dua tahun ini amat sulit bagi sebagian besar masyarakat dengan profesi apapun, tak terkecuali bagi seniman semua disiplin. Mulai dari pameran seni rupa, panggung musik, pagelaran seni budaya seperti tari maupun teater terhenyak secara mendadak dan berhenti dalam waktu yang belum bisa ditentukan.

“Banyuwangi sebagai kota seni budaya yang majemuk dan masyarakatnya yang ramah ini berusaha bangkit dari keterpurukan itu. Melalui Sana Sini Seni , diadakan sebuah pagelaran dengan format baru yang dikemas dengan penuh inovasi dan kreatifitas , “pungkas Kang Son.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *