Forum Banyuwangi Sehat (FBS) mempersiapkan diri untuk melaksanakan progam Banyuwangi Rebound yang berlaku pada semua sektor. FBS melakukan rapat dengan dihadiri anggota forum bersama dengan pembina. Rapat kali ini dilaksanakan di Ruang Rektorat STIKES Banyuwangi, Kamis (24/2/2022)
Dalam sambutannya Ketua Forum Banyuwangi Sehat DR. H. Soekardjo menyampaikan, FBS harus mendukung progam Banyuwangi Rebound yaitu Fokus tangani pandemi dengan kolaborasi bersama SKPD terkait untuk penguatan personalia FKKS dan fokus mengenai pola perilaku hidup sehat dan protokol kesehatan di wilayah kecamatan dan desa, kedua Pulihkan ekonomi melalui kegiatan Banyuwangi hijau dengan fokus penanganan sampah, ketiga merajut harmoni. Forum Banyuwangi Sehat juga harus aktif di media sosial, memposting kegiatan yang bermanfaat berkaitan dengan penanganan masalah kesehatan di masyarakat.
Pembina dari Dinas kesehatan, Winanto, dalam sambutannya menyampaikan “Kita akan kedatangan tamu dari Forum Kota Sehat Batu pada bulan Maret mendatang dengan jumlah peserta 74 orang yang terdiri dari unsur pembina, Komisi C DPRD dan Anggota Forum dan juga Solok Sumatra juga direkom Kemenkes untuk studi tiru Banyuwangi yang sukses Wistara 2, ” tuturnya.

Pak Win juga menyampaikan terkait dengan Kelembagaan di Forum Banyuwangi Sehat dan Kecamatan sehat agar jauh lebih diperhatikan, mengingat kita sekarang sedang mempersiapkan untuk verifikasi kabupaten sehat tingkat provinsi.
Selanjutnya disambung oleh Pak Edi Imam Hanapi dari Dinas Kesehatan bagian Kesling.
“Saat ini kita sedang fokus dalam penanganan sampah di Banyuwangi, berkaitan dengan progam Banyuwangi hijau bersama DLH dan Sistemik kita sedang menyusun Modul Pemicuan Pilar ke 4 STBM yang mungkin akan menjadi modul pertama di Indonesia membahas tentang pilar ke 4 STBM ini, ” jelas Edi.
Sambutan selanjutnya dari Bappeda yang diwakili oleh Pak Agus Inamullah dalam sambutannya beliau menyampaikan, saat ini kita akan fokus pada penyusunan dokumen verfikasi Kabupaten Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur, maka kita harus meyiapkan timeline dan juga kelengkapan dokumen baik di kabupaten atau di kecamatan.
“Terkait dengan SK FBS, FKKS dan pokja serta kantor forum yang mesti mandiri di luar dinas, ” ucap Agus yang berudeng hitam.
Ditambahkan ada upaya pembina apresiasi kinerja FBS selain penghargaan buat Ketua saat Harjaba ke-250, juga perlu juga nambah wacana peningkatan kapasitas ke kota/kabupaten yang lebih tinggi dalam bina forum seperti Ngawi atau Denpasar.
Rapat dinas di awal tahun yang dipandu Bung Aguk Wahyu Nuryadi aktivis JRKI dan LSM Gotong-Royong’45 ini bulatkan tekad FBS Siap mendukung Banyuwangi menjadi lebih baik dan lebih sehat serta raih wistara 3 dengan tambahan 1 Tatanan Kehidupan Sosial Yang Sehat. (Desika/Pipit)


Komentar