oleh

Ketua Induk HIPPA Geram Akibat Tanggul Primer Jebol, Bangorejo.

BANGOREJO – Perwakilan masyarakat petani kecamatan Bangorejo, ketua induk Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA), Kusdi geram adanya tanggul yang jebol, terjadi di saluran primer di DI Baru, Desa Bangorejo, kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur. Selasa (14/11/2017).

Dengan jebolnya tanggul ini ketua Induk GHIPPA mendatangi Kantor UPT Dinas Pengairan kecamatan Bangorejo, untuk melaporkan atas tanggul Sungai primer yang jebol itu.”Terang GHIPPA Kusdi.

Kusdi yang mewakili masyarakat petani menyampekan bahwa bangunan tanggul yang rusak parah dan sering jebol itu sampek sekarang ini belum ada tindakan oleh balai besar Provinsi Jawa Timur, yang jelas jebolnya tanggul ini dampaknya telah merugikan ribuan masyarakat petani yang ada di wilayah Kecamatan Bangorejo, dengan luas baku sawah sebanyak 11, 140 hektar. “terang Kusdi Selaku Ketua induk GIPPA.

Tambah Kusdi, kurang meratanya pembangunan yang di hulu DI baru tersebut banyak petani mengeluh dan geram, karena pembangunan pada tahun 2017 kemrain yang dikerjakan DI baru yang di Hilir saja, jadi yang di Hulu saluran DI Baru tidak pembangunan tanggul yang rusak dan banyak yang jebol-jebol.

Padahal pertengahan tahun 2017 kemarin ada proyek besar-besaran dari balai besar Provinsi Jawa Timur, kenapa bangunan yang sudah parah dan banyak yang jebol diabaikan oleh Dinas balai besar Provinsi jawa Timur.”ungkap Kusdi.
Ketika dikonfirmasi Koordinator Sumber Daya Air (KOORSDA), UPT Pengairan Kecamatan Bangorejo, Budiyono mengatakan memang benar apa yang dikeluhkan oleh ketua induk GIPPA itu banar adanya, bahwa ada bangunan tanggul saluran primer DI Baru jebol. Yang ada di wilayah kecamatan Bangorejo.

Jebolnya tanggul ini masuk wilayah Balai Besar Provinsi Jawa Timur, “Dan bukan ranah Dinas PU Pengairan kabupaten Banyuwangi.”yang jelas dampak jebolnya tanggul yang sekarang ini kepada masyarakat patani yang ada di wilayah Kecamatan Bangorejo. Dan ahkirnya debit air untuk mengairi sawah milik petani banyak yang meresap ke saluran pembuangan.
poto tenaga TPOP dan THL Ambil tanah uruk
Tetapi sekarang ini puluhan pekerja tenaga penunjang oprasional pemeliharaan (TPOP) dan tenaga Harian lepas (THL), dari balai besar sudah gotong – royong menguruk dengan sak bersisi tanah. Tanah itu untuk menguruk tanggul yang jebol tersebut. Agar Pengurukan tanggul ini supaya debit air sungai primer DI Baru tidak mengalir ke saluran Pembuangan.”Papar Korsda Budiyono.

Budiyono menambahkan, “saat ada proyek angaran dana yang cukup besar pertengahan tahun kemarin dari Dinas balai besar provinsi Jawa tumur, pekerajaan proyek kurang merata sampai ke Hulu DI baru bangorejo, dan Cuma yang dikerjakan DI Baru wilayah kecamatan cluring saja.”padahal wilayah DI baru bangorejo banyak bangunan primer yang rusak parah dan juga banyak yang jebol.

Harapan GIPPA dan masyarakat petani wilayah kecamatan bangorejo, kalau bisa bangunan tanggul yang rusak parah dan sudah ada tanggol yang jebol ini, segera ada perbaikan dari Dinas terkait yaitu wilayah balai besar provinsi jawa tumur.”Supaya petani tidak geram dan tidak mengeluh lagi.”pungkas Budiyono. (din).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *