BANYUWANGI – Truk bermuatan kayu jati tanpa dokumen dihentikan paksa oleh anggota Polsek Wongsorejo, pada Senin (04/04/2022) pukul 01.40 wib. Selasa (05/04/2022).
Sebelum dihentikan, truk warna biru bernopol DK 9518 GH oleh warga dibuntuti, hingga kendaraan tersebut dihentikan dijalan raya Wongsorejo Banyuwangi – Situbondo.
Ketika dihentikan truk tersebut hanya sopir yang diamankan, tidak membawa penumpang lagi.
Kapolsek Wongsorejo AKP Sudarso membenarkan salah satu anggotanya menghentikan truk bermuatan kayu jati tanpa dokumen.
“Berawal dari laporan warga yang membuntuti truk diduga membawa kayu tanpa dokumen, lalu anggota kami yang kebetulan rumahnya dilewati truk tersebut langsung mengejar dan menghentikan, “ terangnya.
Malam itu juga pengamanan truk bermuatan kayu setelah diperiksa di Polsek Wongsorejo dilimpahkan ke Polresta Banyuwangi.” Setelah kita hubungi pihak Perhutani langsung saya limpahkan ke Polresta,” jelas Kapolsek.
Setelah pemberhentian truk muat kayu jati dilakukan oleh seorang anggota Dari Polsek Wongsorejo, lalu kepolisian Polsek Wongsorejo menghubungin pihak Perhutani.
Administratur (ADM) KPH Banyuwangi Utara, Haris Suseno, membenarkan anggota polsek wongsorejo telah mengamankan satu kendaraan truk yang mengangkut kayu jati tanpa dilengkapi dokumen.
“Informasi kami dapat demikian truk pembawa kayu jati dihentikan karena tidak dilengkapi oleh dokumen,” terangnya.
Penangkapan kayu jati tanpa dokumen itu, memang tidak melibatkan pihak Perhutani, Perhutani diinfokan setelah truk diamankan di Polsek Wongsorejo.
“Kami dikabari setelah truk diamankan di Polsek, malam itu juga personil dari Perhutani datang ke polsek. Setelah kota cek kayu itu, dari pihak Polsek dilimpahkan ke Polresta.” Jelasnya.
“Waktu pemeriksaan di Polsek sempat diadakan penghitungan kayu, truk itu membawa kayu sebanyak 36 batang, berbagai ukuran A2,A3.” Jelas ADM Perhutani Banyuwangi Utara.
Diduga kayu jati itu diambil dilahan milik Perhutani dari petak 2 dan 3 RPH Bajulmati, BKPH Bajulmati KPH Banyuwangi Utara. (Jaenudin).


Komentar