Cluring – Per 1 April 2022 program Pascasarjana S2 Administrasi Pendidikan Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi resmi memiliki Direktur baru. Dr. Widi Harsono dipercaya oleh Yayasan Puspa Dunia menjadi Direktur Pascasarjana S2 Administrasi Pendidikan UBI periode 2022 sampai dengan 2024 dengan menggantikan Direktur lama Dr. Aliyah Fatimah. Untuk diketahui Dr. Aliyah Fatimah telah memimpin program Pascasarjana selama kurang lebih 7 tahun dan banyak prestasi yang dihasilkan. Terakhir dengan telah terakreditasinya program Pascasarjana S2 Administrasi Pendidikan dengan predikat Baik.
Terkait dengan program Pascasarjana yang di embannya saat ini, selain melanjutkan program direktur sebelumnya, Dr. Widi kedepannya akan merencanakan beberapa program berupa penguatan Human Resources dalam Capacity Building pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.
“Jangankan untuk dosen, guru SMA, guru TK dan SD harus S2, “ujar Pria penghobi mobil antik itu dengan energik.
Dalam rangka melanjutkan tongkat estafet direktur sebelumya, Dr. Widi juga telah berkirim surat ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi untuk sosialisasi program Pascasarjana S2 Administrasi Pendidikan Universitas Bakti Indonesia. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya mengembangkan sisi personal tapi juga sisi sistem serta sisi institusionalnya. Selain itu, dengan bersinergi dengan institusi pemerintah yang membidangi pendidikan dasar, menengah dan atas dalam upaya pengembangan sumber daya manusia diharapkan tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, kecerdasan emotianal tetapi juga kecerdasan spritual. Sedangkan, dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Banyuwangi. Pascasarjana UBI juga melakukan penguatan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan LPPM (lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Bakti Indonesia dengan menjalankan program penelitian.
“Sekarang saya sudah merangkul LPPM dalam rangka untuk mengemas, membranding dan mempromosikan melalui penelitian yang ditawari 1000 proposal ijen geopark oleh Bappeda, ini kita tangkap. Kemudian di Mangrove bedul kita manfaatkan, pengelolaan dan pengembangan lingkungan hidup. Kemudian satu lagi yang pernah saya hadiri di Blimbingsari wisata kebangsaan itu adalah sarana untuk kemitraan. Karena pasca tidak hanya menciptkan sebuah lulusan yang handal dan profesional tetapi bagaimana alumni pasca bisa mandiri melalui wisata edukasi, “ungkap Dr. Widi yang pernah menduduki jabatan fungsional sebagai perencana di lingkuungan Bappeda Kabupaten Banyuwangi dengan pangkat terakhir Pembina Utama Madya itu.
Saat ditemui jurnalis di ruang kerjanya, Rabu, 06/04/2022 pria yang juga merupakan Dosen Fisipol di Universitas Mochammad Sroedji jember itu mengatakan kunci sukses dari kompetisi pendidikan adalah tidak berupa indeks prestasi yang tinggi semata tetapi justru bobot yang paling tinggi adalah soft skill berupa sikap (attitude) sebesar 40%, kemudian networking 30%, selanjutnya expert 20% dan terakhir financial hanya 10%. Dr. Widi juga berharap dengan keterlibatan dan dukungan semua stakeholders di Universitas Bakti Indonesia mulai dari yayasan, rektorat dan seluruh civitas akademika, pascasarjana yang saat ini dipimpinnya dapat memberikan serta berkontribusi positif terhadap pendidikan di Banyuwangi.
“Kebersamaan ini akan membuat strong, strenght (kekuatan), tentu dalam menjalankannya, saya tetap meminta dukungan rektor dan direktur lama karena dengan menapak tilas direktur yang lama akan memperjelas. Saya tidak akan bisa kerja sendirian. Jadi tetap minta dukungan semua pihak, “harap Pria 63 tahun ini.
Kemudian di akhir pembicaraan Dr. Widi berpesan bahwa kesuksesan dalam meraih ilmu pengetahuan adalah butuh sebuah proses yang dilalui. Pertama, learning to life together artinya kesuksesan tidak dapat diraih sendirian melainkan dengan cara kerja kelompok dan bersama–sama. Kedua, learning to be bagaimana orang lain mengenal diri kita melalui sebuah perbuatan atau action. Ketiga, learning to do seperti laksanakanlah, kerjakanlah sesuatu sesuai dengan minat bakat. Dan yang terakhir adalah learning to know artinya terus menggali dan mencari tahu tentang ilmu pengetahuan. (Pras)


Komentar