oleh

Kepala Kemenag Tutup Pelatihan KTI Al-Qur’an

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten  yang  diwakili Kepala seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Mastur menutup Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) Al-Qur’an yang diselenggarakan Jumat hingga sabtu, 15′-16 April 2022 di aula MAN 1 Banyuwangi yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banyuwangi.

Narasumber pertama dalam kegiatan tersebut Abdul Wahid Efendi atau biasa dipanggil P. AW menyampaikan tentang kiat-kiat menulis KTI Al-Qur’an atau dalam istilah yang digunakan dalam MTQ adalah MMQ (Musabaqoh Maqolah Al-Qur’an). koordinator juri MMQ provinsi Jawa Timur tersebut berharap banyak penulis Ilmiah Al-Qur’an dari Banyuwangi.

“Kita berharap di MTQ Provinsi Jawa Timur mendatang ada perwakilan cabang MMQ dari Kabupaten Banyuwangi dan menjadi yang terbaik, ” ungkapnya.

Narasumber kedua dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi H. Syafaat menyampaikan bahwa output pelatihan berupa KTI Al-Qur’an yang akan dibukukan dalam bentuk E’-Book, yang rencananya akan dipamerkan pada Festival Al-Qur’an di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

“Tiga terbaik akan kita dampingi untuk dipilih satu peserta yang mewakili Kabupaten Banyuwangi dalam cabang MMQ Provinsi Jawa Timur tahun depan  ” ungkapnya.

Dalam penutupan KTI Al-Qur’an, H. Mastur berharap para peserta tidak berhenti sampai disini, meskipun tidak mewakili Kabupaten Banyuwangi, Namun terus berlatih, belajar dan terus belajar menjadi penulis terbaik.

“Tidak semua orang dapat menulis dengan baik, dengan menulis maka Kemampuan terus terasa Dan hasil buah pikiran akan dibaca orang banyak, ” ungkapnya.

Kasi Bimas Islam tersebut berharap pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan mengingat potensi yang  dimiliki peserta yang masih sangat belia, Dalam pelatihan tersebut Syafaat memberikan beberapa buku karyanya kepada para peserta sebagai salah satu bentuk motivasi agar peserta termotivasi menjadi penulis handal.

Syafaat yang telah menulis dalam beberapa buku berharap para penulis Islam bermunculan di Bumi Blambangan, baik dalam bentuk Karya Tulis keagamaan, Novel Islami dan lain sebagainya. Ketua Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama) tersebut menyampaikan bahwa Lentera Sastra akan mendampingi para peserta menjadi penulis, baik dibukukan maupun dipublikasikan dalam bentuk elektronik, pendampingan bukan hanya dalam KTI, tetapi juga penulisan cerpen maupun novel Islami, Puisi dan bentuk Literasi lainnya.(Aguk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *