Menjadi singgle parent untuk anak usia kelas 3 SD, sejak didalam kandungan memang membutuhkan perjuangan dan juga pengorbanan. Bagi perempuan asli Bali berusia 42 tahun, tidak tamat SD, dengan kemampuan bekerja serabutan sebagai buruh setrika memang dirasakan berat.
Sejak pandemi covid 19, membuatnya menjadi kalang kabut. Sekolah on line yang memerlukan fasilitas alat komunikasi berupa HP dan juga soal ujian on line membuat perempuan mualaf yang biasa dipanggil bu Sri ini jadi tambah bingung.
Kredit HP, bayar listrik bayar air,bayar kos,juga tanggungan kehidupan lainnya membuat dirinya punya hutang dibeberapa tempat antara lain di counter Hp, di LPD, di ibu kost, di bank rentenir. Yang terakhir ini membuatnya hampir 3 tahun seperti tidak nisa bernafas.

Rentenir ini mudah merayu nasabahnya dengan menawarkan pinjaman tanpa persyaratan yang berbelit-belit, cukup dengan jaminan ktp saja maka bisa langsung dapat pinjaman. Uang didapat akan dipotong biaya admin yang cukup besar,dan pencicilan tiap minggu dengan bunga yang cukup tinggi. Masa pinjamannya adalah 2,5 bulan atau 10x pencicilan /minggu. Ibu Sri yang bernaung di Kampung Santri Bali /anaknya yang bernama Agus santriwan TPQ juga selalu ikut aktif belajar mengaji,dan sholat serta kegiatan lainnya.
Menceritakan problematika kehidupannya yang dirasakan sudah tidak bisa lagi dihadapi sendiri. Dengan memberanikan diri meminta solusi kepada pengasuh KSB.
Mendengar hal tersebut berdasarkan pertimbangan kemanusiaan juga adanya kesepakatan tidak akan menempuh jalan pintas pinjam pada rentenir/riba maka setelah diberikan pemahaman oleh Ustazd Widodo dan Bunda Yuni sebagai pengasuh, diminta kepada bu Sri untuk bertovat dan berdoa,agar diveri jalan kemudahan dari Allah SWT.
Bulan Ramadhan ini memang penuh berkah,doa yang khusuk dan istiqomah akan diijabah dua hari setelah bercerita maka tepat peringatan hari Kartini 21 April 2022 Ni Nyoman Sri Wahyuni warga jamaah Kampung Santri terbebas dari semua hutangnya sevesar total Rp. 5.000.000,-(Lima juta rupiah).
Hamba Allah yang memberikan zakat mal-nya bernama Dwi Kharisma tergerak hatinya membantu membebaskan hutang riba bu Sri Wahyuni. Disaksikan semua pengurus majelis taklim Mas Agung Wilis Munggu dan pengurus Muslimat NU Ranting Munggu yang baru dilantik hari Sabtu, 16-4-2022 yang lalu. Diselesaikan semua pembayarannya disekber Ranting NU dan Muslimat NU desa Munggu Jl. Raya By Pass Tanah Lot, Sahadewa 06 Munggu Br. Pempatan Munggu Mengwi Badung.
Petugas LPD, Petugas Counter, Petugas renteneir, Ibu Mangku yang semua dilunasi pembayarannya oleh Pengasuh Kampung Santri Bali bunda Yuni sebagai pemegang amanah dari keluarga Bunda Rawi/ P. Yayak dan putranya Mas Karisma (Denpasar) yang menolong bu Sri dimana malam sebelumnya sudah dipertemukan dikediaman beliau, semua berterimakasih dengan upaya membantu kesulitan darivjanda tersebut.
Dan diakhir acara berpesan keluarga hamba Allah tersebut untuk semua ibu atau pun masyarakat, jangan pernah mendekati riba atau hutang direntenir karena hidup tidak barokah. Diaminkan ketua Muslimat Ranting NU Munggu Siti Cholifah,wakilnya Maryam, sekretaris Eny Suningsih, Lilis Hayati bendahara, ibu Satria, ibu Reno,ibu Gisel, ibu Rasyid penasehat,ibu Davi,ibu Aqil dan juga Rais Ustazd Widodo serta ketua Ranting NU Timbul, acara pelunasan hutang sebagai hadiah besar dihari kartini bagi ibu Sri diakhiri dengan ucapan doa bersama. Dari catatan Kampung santri Bali,Munggu Mengwi Badung.
Reporter Ambarwati Soenarko melaporkan untuk jurnalnews.com.


Komentar