oleh

NGAJI TANI DISEKBER MWC-NU MENGWI, MUSLIMAT DAPAT KANGKUNG CABUT DIHARI KARTINI

Seperti yang diketahui pada umumnya, kantor Nahdatul Ulama identik dengan kegiatan keagamaan dan berbagai masalah umat nahdliyin serta hal yang berkaitan dengan urusan organisasi kemasyarakatan yang bersinergi dengan pemerintahan.
Karena konsep Islam yang hakiki adalah membangun masyarakat yang Rahmatan lil Alamin. Tidak hanya berfikir tentang diri sendiri, sebagai manusia, mahluk sosial yang beretika, berbudaya serta bermoral berbudi pekerti yang luhur seperti yang diajarkan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. sudah sepantasnya kita mencontoh dan mentauladani semua perilaku dan sikap Nabi.

Dalam masa pasca pandemi yang belum bisa dikatakan pulih normal seperti sedia kala,keadaan ekonomi, sosial, psykologi masyarakat masih trauma dan berhati-hati serta waspada dengan apapun.
Pertemanan, kekerabatan, persaudaraan, niaga, usaha, pendidikan serta kegiatan kemasyarakatan lainnya masih berusaha perlahan-lahan kembali menjalin dan merajut serta membina keadaan masing-masing dengan SDM yang disesuaikan SDA atau bahkan sebaliknya.

IMG-20220422-WA0021

Keadaan ini dahulupun juga pernah dialami oleh peradaban sebelumnya. Bahkan lebih parah lagi,  jika hukum dan bala serta ketetapan Allah SWT Sang Khalik sudah diturunkan, maka mahluknya pun hanya bisa menerima nasib dengan pasrah.
Tetapi Allah selalu memberikan petunjuk dan jalan keluar serta mengirimkan utusannya yang telah dipilih dilengkapi dengan jabatan/maqam yang disesuaikan dengan kebutuhan umatnya saat itu.
Mereka yang dipilih dan diutus adalah para rasul,nabi,aulia,anbiya,alim,ulama..semua untuk menyerukan, mengajarkan, membimbing, menasehati, menunjukkan dan membukakan mata dari gelap menjadi terang, tidak ada jadi ada, tidak tahu jadi tahu,tidak bisa jadi bisa, tidak faham jadi faham.

Semua utusan tersebut pastinya telah dilengkapi dan juga dilindungi dari semua mara bahaya serta tipu muslihat dunia,yang tidak serta merta didapat tetapi juga melalui proses tahapan demi tahapan,ujian dan juga perjuangan penuh pengorbanan .
Kisah-kisah nabi terdahulu bisa diambil hikmah dan pelajaran, saat Allah mengirimkan Malaikat Jibril utusannya menyuruh nabinya mengerjakan sesuatu sesuai perintah dari Nya.

Maka tanpa banyak bertanya sang nabi pun melaksanakan perintah tersebut.
Contoh saat Nabi Nuh disuruh membuat bahtera/ kapal dipuncak gunung/ bukit yang jauh dari pantai dan tidak mungkin ada air maka masyarakat yang saat itu adalah disebut umatnya banyak yang mengejek, menghina bahkan mengkata2i dengan kasar dan melempar kotoran kepada sang nabi.disebut gila, tidak waras, tolol, sia-sia semua kalimat negatif dan tidak manusiawi bahkan fitnah dan juga keburukan lainnya ditimpakan pada utusan Allah ini.
Saat kejahatan manusia sudah sampai puncak melampaui batas, maka takdir Allahpun ditimpakan pada umat nabi musa.
Air bah yang dahsyat berasal dari hujan yang terus turun dari langit, meluapnya mata air, sungai, danau, dan air laut seperti hendak menenggelamkan bumi.
Sang Nabi menyerukan semua masuk dalam perahu, untuk ikut didalamnya agar tidak kena air hujan dan selamat dari banjir, semua jenis binatang sepasang, tumbuhan yang bisa dimakan, manusia ada didalamnya berkumpul jadi satu dengan batas wilayah masing-masing yang sudah dipetakan didalam skema kapal bahtera Nuh tersebut.

Hanya saja banyak yang menolaknya lari ke gunung, naik pohon, cari daratan dan dataran lebih tinggi yang menurut mereka bisa jadi perteduhan dan perlindungan dari bencana banjir tersebut.

Orang terdekat yang adalah putranya sendiri lebih memilih lari dari bapaknya yakin dengan kemampuan dan kekuatan fisiknya memilih meninggalkan orang tua yang menyayanginya dan akhirnya tewas tidak selamat (yang membuat Nabi Nuh berduka). Kisah ini sangat jelas jika kita diabad modern sekarang ini punya bahtera/kapal yang besar disiapkan hati-hati dan penuh cinta dan doa oleh pembuatnya Hadratus Syekh KH. Hasyim As’hari mewartakan agar umat masuk kedalam bahtera Nahdatul Ulama, dengan spesifikasi berbeda-beda sesuai kemampuannya dan keahliannya untuk mengarungi perjalanan kehidupan mencapai tujuan selamat dunia akhirat.
Islam Ahlusunah wal jamaah an nadhiyah yang rahmatan lil alamin.

Disebuah Jl. Raya Abian base 189 Mengwi, tidak jauh dari kantor daerah pusat pemerintahan Badung (Puspem Badung) yang pintu gerbang bagian depanya masuk wilayah Sempidi berdiri megah patung sapi mekepung (sapi membajak sawah) lengkap dengan alat singkal/ garu pelunak tanah.
Kalau dibali sapi mekepung untuk dilombakan (lari berpasangan dengan dipunggungnya bawa alat bajak sawah)’
Dipintu gerbang belakang Puspem Badung masuk kecamatan Mengwi.

Akhir November (27-11-2021) lalu, telah dilantik bersama Pengurus MWC -NU,  Muslimat -NU, Ansor, 8 Ranting NU dikecamatan Mengwi secara bersamaan. Dalam periode sejarah kelahiran NU, di Mengwi ini memiliki keunikan dan keajaiban tersendiri segala sesuatu dimudahkan dicepatkan,dilancarkan tanpa harus berbelit belit.

Semua pengurus yang tadinya tidak saling mengenal karena wilayah cukup luas dan juga di Mengwi tidak ada tempat ibadah umat islam (Masjid). Yang ada hanya rumah pribadi dan mushola TPA/TPQ ditiap Majlis Ta’lim yang ada diperumahan atau kantor mess karyawan ( ex: Kantor dan mess Pabrik minyak,Roti Ramayana -sekarang sebagian jadi RS. Kapal/ Mangusada).
Meskipun hanya berbentuk sebuah show romm mobil dengan luas lahan total kurang lebih 20 are, Ki Ageng motor yang sekaligus sekber MWC-NU Mengwi cukup mewarnai bagi geliat perjalanan NU di kabupaten Badung dan PW NU Bali.

Sejak dilantik berbagai program dan kegiatan dilaksanakan mulai pengajian,bakti sosial, konsolidasi, ibadah bulan ramadhan taraweh tadarus, safari ramadan keranting,pelantikan ranting muslimat dan kegiatan sejuta vaksin pun yang bersinergi dengan Polres, Depag, Pemkab dimana adalah program PBNU dan lembaga tingkat nasional berhasil dengan baik dilaksanakan.

Kepatuhan, keloyalan, keikhlasan serta tanggung jawab moral yang diemban oleh seluruh pengurusnya dibawah pimpinan pasutri H. Moh. Sugeng dan Hj. Sri Wahyuningsih yang secara garis takdir dijodohkan jadi ketua Tanfidzyah MWC-NU dan Muslimat PAC NU kecamatan Mengwi.
Keduanya pasutri owner Showroom mobil Ki Ageng Motor,yang juga merelakan tempatnya sebagai kantor sekertariat bersama warga NU, bahkan halaman kosong belakangnya pun dihibahkan jadi kebun percobaan Muslimat NU.

Mau belajar tentang membersihkan tanah, mengolah tanah, menanami kebun dengan sayuran, menjaga, merawat, menyiram, memumupuk, dan menghilangkan rumput pengganggu disekitar tanamannya…butuh ketekunan, kesabaran dan perjuangan disertai dengan doa dan tentunya harapan.
Hari ini dimoment kartini tepat satu bulan setelah menyulap kebun MWC NU..dengan tanaman sayur kangkung, terong, cabai, jagung dan singkong maka dengan semangat dan bangga hati Ketua Tanfidzyah MWC-NU Mengwi H. Moh Sugeng dipandu Ustazd Widodo dari Kampung Santri Ranting Munggu hari Jumat 22-04-2022 jam 08.00 WITA memanen perdana sayur kangkung cabut non pestisida yang sudah langsung diborong ketua Muslimat PAC NU Mengwi Hj.Sri Wahyuningsih dengan kado special hari kartini bagi muslimat mengwi.

Semoga Ngaji Tani dari MWC-NU Mengwi ini, menginspirasi kita semua untuk bisa taat, patuh, tawadu’ dan hormat pada pemimpin kita serta lebih dalam, tinggi dan semangat lagi berkhidmat bagi NU. sehingga Ridlha Allah dan RahmatNya senantiasa memberkahi semua. Dari kebun percobaan MWC-NU ( Ambarwati Soenarko)’

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *