Penutupan Ramadhan Art Festival berlangsung dengan meriah. Kemeriahan acara ditutup dengan pengumuman juara lomba band akustik religi yang melibatkan pengunjung dengan mengisi kupon dari membeli takjil sebesar 5 ribu dengan satu kupon, setelah diisi selanjutnya dimasukkan ke kotak disekitar panggung RAF. Ramadhan Art Festival 2022 yang digelar 16 hingga 23 April 2022 di Jalan Brigjen Katamso belakang Kecamatan Kota Banyuwangi, resmi ditutup hari Sabtu, 23 April 2022 malam.
Kegiatan bertema Berbagi Bersama Masyarakat Dalam Meraih Keberkahan di Bulan Suci Ramadhan. Penutupan kegiatan yang dimeriahkan oleh artis-artis Banyuwangi seperti Rozi Abdillah, James AP, Sleam Triadmojo, FebriIrvan Nur Cahyo dan dipandu oleh MC Rano Prasetyo pameran ekonomi kreatif berlangsung meriah.

Robyn Febryanto, penanggung jawab RAF menyatakan, Even bernuansa religius yang masih dalam rangkaian even Stret Food Festival 2022 yang terangkum dalam balutan Festival Ramadan . Ramadhan Art Festival (16 – 23 April 2022 ).
“Event Ramadhan Art Festival 2022 diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku dan pekerja seni khususnya untuk generasi millenial. Seniman-seniman muda harus mampu berinovasi dan menampilkan karya-karya yang baik sehingga nilai kesenian Banyuwangi dapat terus dilestarikan. Untuk bisa mencapai hal tersebut, “kata dia, pelaku seni khususnya anak muda dituntut untuk terus belajar dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
“Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan Industri kreatif dapat menghasilkan produk lokal namun berdaya saing global,” tegasnya.
Sementara Danisworo, Camat Banyuwangi melalui Whatsapp menyampaikan kegiatan Ramadhan Art Festival diadakan sebagai wadah pemenuhan kreativitas, berlangsung selama 8 hari itu digelar dalam rangka mendorong dan menghidupkan kembali nilai kesenian Banyuwangi dengan gaya baru untuk menghidupkan kembali pariwisata dan memperkenalkan produk industri kreatif.

Ditambahkan Danisworo, Ramadhan Art Festival ini sengaja digelar untuk menununjukkan kepada khalayak agar lebihmeresapi kemuliaan Ramadan dan mengenal tradisi masyarakat Banyuwangi saat Ramadan.Kegiatan Festival Seni Ramadhan 1443 Hijriyah yang ada di kecamatan Banyuwangi adalah sebuah perwujudan untuk mengapresiasi kegiatan para pelaku seni yang ada di wilayah kecamatan Banyuwangi karena selama 2 tahun terakhir mereka tidak bisa mengapresiasi diri karena pandemi covid-19.
“Untuk itu kami mencoba di momentum yang sangat bagus yaitu dalam bulan suci ramadhan yang telah dilaunching juga oleh ibu Bupati Banyuwangi kegiatan Street Food atau Takjil Ramadhan 3 April 2022 lalu di sebelah Kecamatan tepatnya disepanjang jalan Brigjen Katamso, “ujar Danis.
Pada akhir acara Carenza
Ketua panitia penutupan RAF mengumumkan pemenang Lima band dan sejumlah seniman musik Banyuwangi tampil bergantian setiap hari dengan membawakan 2 lagu , penilaian murni dari pengunjung pasar takjil di lokasi jalan Brigjen Katamso, dengan belanja 5 ribu dapat 1 kupon yang dimasukkan ke kotak disekitar panggung RAF. Adapun pemenangnya adalah grup Keroncong Mata Hati yang mendapatkan 67 kupon jauh meninggalkan 4 grup band lainnya.“Even Ramadhan Art Festival 2022 diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku dan pekerja seni khususnya untuk generasi millenial. Selain itu, even ini juga bagian dari usaha Pemerintah Kecamatan Banyuwangi untuk mendorong atau menghidupkan kembali industri pariwisata Banyuwangi yang terdampak selama pandemi.
Akhirnya ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan acara Ramadhan Art Festival 2022 sehingga dapat berjalan dengan baik, tambahnya.
Menurut Sapto (45), pelukis merasa senang dengan pagelaran Ramadhan Art Festival 2022 yang baru saja digelar. Sapto yang juga pelaku UMKM merasa kondisi kegiatan kebudayaan yang mulai ramai diadakan membuat usahanya juga kecipratan untungnya. Sapto yang mendispalay beberapa lukisannya di lokasi acara, makin ramai dikunjungi oleh pembeli.
“Alhamdulillah, sekarang mulai ramai. Semoga semakin baik kedepan, dan makin banyak acara yang bisa membuat usaha kami juga bangkit,” ungkapnya.
Hal yang sama diakui Fitri (47). Pelaku bisnis kuliner ini semakin sering didatangi pembeli.
“Semoga semakin baik dan semua pelaku seni juga semangat menjaga protokol kesehatan mereka. Kalau bisa dipertahankan, semoga kita semua bisa terbantu dan keluar dari masa sulit ini,”ungkap Fitri.
Sebagai puncak acara Ramadhan Art Festival tersebut kemeriahan acara juga ditutup dengan penampilan dari komunitas lawak Osing Milenial juara Festival Wangsalan milenial beberapa bulan lalu.(Ilham Triadi)


Komentar