Masyarakat suku Osing Banyuwangi Jawa Timur, memiliki beragam tradisi yang masih lestari hingga hari ini. Meriah namun hikmad, beragam tradisi memasuki bulan Syawal banyak ditemui di Banyuwangi. Salah satunya adalah ritual Pementasan tari Seblang Olehsari yang digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah Banyuwangi selama tujuh hari berturut-turut sebagai bentuk ritual keselamatan desa. Tradisi Seblang yang digelar setiap awal bulan Syawal, tahun ini dimulai sejak 5 Syawal, dipercaya bisa menghilangkan pagebluk atau mara bahaya.Ritual Adat Seblang Olehsari, Kecamatan Glagah Banyuwangi digelar secara terbuka setelah dua tahun digelar tertutup akibat pandemi covid 19. Kegiatan yang selalu dikunjungi oleh ribuan warga dengan durasi waktu selama seminggu itu.
Ritual Seblang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Osing di Desa Olehsari Kecamatan Glagah setiap minggu pertama Bulan Syawal. Pelaksanaan ritual yang sudah dilakukan secara turun temurun selama ratusan tahun ini rencananya digelar pada Jumat-Kamis, 6-13 Mei 2022.
Mystic Dance Seblang Olehsari, tarian magis dari Banyuwangi yang digelar setiap setahun sekali setelah Hari Raya Idul Fitri, dibawakan oleh seorang gadis dalam keadaan tidak sadar dan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut di Desa Olehsari.

Syarat utama Penari Seblang Olehsari harus gadis muda, seorang perempuan yang ditunjuk leluhur melalui mediasi. Seblang akan menari-nari dengan mata tertutup selama 7 hari berturut-turut, yang biasanya dimulai pukul 14.00 hingga menjelang Maghrib.
Bermahkotakan bunga dan pupus ( daun pisang muda ) , sang gadis seblang menari dibawah payung agung dengan berjalan mengelilingi pemain musik. Sesekali ia akan melemparkan selendangnya pada penonton, pertanda penonton harus ikut menari bersamanya. Ritual ini telah dilakukan selama bertahun tahun, dengan tujuan bersih desa dan tolak bala.
Ritual adat ini menjadi atraksi yang menarik wisatawan. Ratusan orang datang menyaksikan seorang penari dalam kondisi trance (kerasukan) di atas panggung bundar yang diiringi gending khas seblang. Gerakan ritmis penari yang memakai omprok (mahkota) daun pisang menambah keelokan tarian ini.
Ketua adat Desa Olehsari Ansori (55) mengatakan Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik, dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cili. Ritual Puncak adalah menggiring penari ke arena Seblang, letaknya di pusat desa.

Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat. Dua orang pengiring ikut mendampingi penari. Selama menari, puluhan gending khusus berbahasa Osing dilantunkan oleh para sinden.
“Ini sudah tradisi turun-temurun. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” kata Ansori.
“Adat seblang ini tradisi turun menurun, kami sebagai pewaris diwajibkan untuk melaksanakan,” ucap Joko Mukhlis, Kepala Desa Olehsari kepada Jurnalnews, Jumat (6/5/2022).
Joko menambahkan sesuai dengan hasil komunikasi dengan sesepuh desa, tokoh masyarakat, dan pihak terkait, “Kegiatan ritualnya diawali memanjatkan doa di makam Buyut Ketut dan di area pentas seblang,” ucapnya.
Lebih lanjut Joko menambahkan, intisari dari ritual Adat Seblang ini adalah Selamatan Desa yang dilaksanakan pada bulan Syawal. Jika tidak dilaksanakan, menurut masyarakat adat akan terjadi pagebluk yang menimpa warga Desa Olehsari. Ritual adat Seblang Olehsari
“Biasanya hari Jumat atau Senin,” jelasnya.
Ritual ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan melakukan selamatan dan dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga Desa Olehsari. Tradisi ini, kata Dia, merupakan wujud syukur warga kepada Allah SWT.
“Diwujudkan dengan ritual seperti ini. Ini adalah warisan dari leluhur kepada kami yang dilakukan secara turun temurun,” jelasnya.
Dia bersyukur pelaksanaan ritual kali ini berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun. Proses masuknya roh leluhur pada penari juga bisa dilakukan dengan satu kali pelaksanaan saja. Sehingga tarian Seblang bisa langsung dilaksanakan.
Hal ini menurutnya membuat seluruh warga gembira. Karena sudah dua tahun masa pandemi Covid-19, tarian Seblang tidak bisa dilaksanakan. Selama dua tahun masa pandemi, menurut Joko hanya ritual pokok yang dilakukan.
“Alhamdulillah tanpa ada halangan, satu kali saja Seblangnya jadi. Dua tahun absen karena pandemi. Yang dilakukan hanya ritual inti saja,” ungkapnya.
Sejarah Ritual Seblang
Ritual Seblang merupakan salah satu tradisi yang sudah dikenal sejak masa yang cukup lama. Selain itu, penarinya juga dipilih secara supranatural dan dari keturunan penari seblang sebelumnya.
Prosesi Ritual Seblang Olehsari diawali dengan ziarah ke makam leluhur Desa Olehsari. Setelah ziarah, ritual dilanjutkan dengan selamatan dengan menyuguhkan beragam makanan khas acara tersebut. Dalam ritual seblang, tari Seblang menjadi semacam puncak dari pelaksanaan tradisi tersebut. Pementasan tari seblang diawali dengan pembukaan oleh seorang Gambuh atau pawang. Penari seblang ini sebelumnya sudah dirias sedemikian rupa.
Kemudian penari berjalan menuju area yag ditentukan dengan diiringi oleh siden perempuan dan dua lelaki tua sebagai pengudang
Setelah tiba di area itu, penari akan diberi omprok atau mahkota yang berbahan dedaunan dengan hiasan bunga warna-warni.
Gambuh atau sesepuh yang memimpin acara akan memanggil nama leluhur yang dipercaya sebagai penjaga desa.Tanda kehadiran roh leluhur itu saat penari biasanya akan kesurupan.(Ilham Triadi)


Komentar