oleh

“Benda Tak Benda” Tajuk Pameran Kelompok Satu Sama

Pengguntingan pita merah menandai pembukaan Pameran lukisan Kelompok Satu Sama oleh Masori , Kepala Desa Siliragung . Tampak juga hadir S. Yadi K, Imam Maskun dan pelukis, seniman, budayawan Banyuwangi dan masyarakat umum.

Bertema “Benda Tak Benda “, kelompok perupa “Satu Sama” memamerkan 75 karya lukis dari 9 perupa di Desa Siliragung , Kecamatan Siliragung Banyuwangi, Sabtu, (26/6/2022).

Tema tersebut diambil untuk menghidupkan kembali budaya nusantara di tengah-tengah masyarakat yang belakangan mulai redup tergerus budaya dari luar. Pameran akan diselenggarakan hingga 30 Juni 2022 di

Menurut Masori , Kades Siliragung , dari pameran ini dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk para pengunjungnya. Masori juga berharap melalui pameran ini dapat kembali merealisasikan dan mengembangkan seni serta membuktikan bahwa seniman memiiliki karya – karya yang mengagumkan penikmatnya , khususnya masyarakat awam.

Imam Maskun, owner Langgar Art meluangkan waktu untuk menghadiri dan menyaksikan langsung pameran karya seni rupa tersebut disela-sela kesibukan mengelola advertising di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut Imam sangatmengapresiasi rasa bangga atas inovasi dan kreativitas yang tiada batas para seniman dan perupa dalam mengekspresikan karya-karya mereka.

“Ini merupakan pameran seni lukis yang sangat inovatif, kreatif dengan tempat yang merupakan sebuah sarang walet, namun bisa disulap menjadi sebuah pameran karya lukis. Tentu inilah yang patut dicontoh bahwa berkesenian itu dapat dilakukan tanpa batas,” ujarnya.

Komunitas Perupa yang tergabung dalam kelompok Satu Sama, diantaranya:
Sarwo Prasojo, N.Kojin,
Elyezer, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, Susilowati, Ben Hendro dan Troy Herman.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka ruang seluas-luasnya, Saya percaya kegiatan pameran ini akan menginspirasi banyak seniman, tidak hanya seni rupa, tetapi semua seniman yang ada di Kabupaten Banyuwangi untuk berkreasi bersama,” tukas N. Kojin koordinator pelukis Satu Sama.

Lanjut N. Kojin dirinya juga
mewakili Komite Seni Rupa dan Ekonomi Kreatif DKB , menyatakan dengan bahasa kurotarial yang santai, Komunitas 9 pelukis anggota kelompok ini bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gayanyamasing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dlm berkreatifitas.

Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman.

Kelompok Satu Sama berharap dengan gerakan pameran simultan sampai dengan nopember nanti akan membawa perkembangan seni rupa Banyuwangi makin menggairahkan ekonomi kreatif dan membuka peluang pasar global.

“Mari kita bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, salah satunya adalah pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif,” terangnya.

Sementara Sarwo Prasojo sebagai tuan rumah titik ke 4 , menjelaskan tema yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa di ujung desa pinggiran Banyuwangi selatan ini , diharapkan banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian,” tambah Sarwo mewakili 9 pelukis untuk menyampaikan kurotarialya.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan pameran karya lukis yang digelar oleh sembilan seniman dan perupa Banyuwangi kedepan akan digelar di 9 lokasi yang berbeda dalam sebulan sekali.

“Pameran ini nantinya diselenggaranakan di 9 tempat selama sebulan sekali. Pameran yang digelar saat ini merupakan yang ketiga kalinya. Pertama di Curah Krakal, Jajag, dan sekarang di Siliragung. Tentunya pameran ini juga dalam upaya mencari bibit-bibit perupa di pelosok-pelosok daerah yang akan kita gandeng supaya bisa berkembang,” ujar Sarwo.

Sarwo Prasojo juga menjelaskan, ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan. “Dan tampaknya 9 pelukis itu telah melakukan upaya tersebut melalui pameran lukisan ini, tambahnya.

Dalam pameran ini, Sarwo Prasojo menilai antusiasme masyarakat Siliragung dan sekitarnya sangat tinggi untuk mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini.

“Saya kira antusiasme masyarakat sangat bagus, pembukaan ini berkolaborasi dengan beberapa seniman. Semoga perkembangan seni rupa di Banyuwangi semakin maju, saya berharap teman-teman lainnya juga untuk menampilkan karya mereka,” pungkasnya.

Selama pameran diadakan melukis on the spot untuk donasi yayasan katholik setempat dan bedah karya dengan mengundang siswa siswi baik SD SMP, SMA berikut para guru seni budaya , mahasiswa UT sekitar tempat pameran dan studio kelompok Satu Sama yang sedang menggelar pameran.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *