oleh

Pameran Lukisan Bertajuk Wayang Diresmikan Wakil Bupati Banyuwangi.

BANYUWANGI – Pameran lukisan Bertajuk Wayang “Satu Sama” diresmikan dan dibuka oleh Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah. Bertempat di Studio Joglo, Dusun Sidorejo Wetan RT 004, RW 01, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Banyuwangi. Minggu (25/9/2022).

Peresmian itu ditandai dengan penandatangan Prasasti. Dalam situasi itu juga, didengarkan iringan musik jazz patrol, membuat suwasana semakin hangat. Event itu memamerkan 20 karya lukis dari 9 kelompok perupa. Pameran berlangsung 5 hari mulai 25 sampai 30  September 2022.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Ketua Dewan Kesenian (DKB) Hasan Basri, serta beberapa komite DKB, pelukis dan seniman, juga budayawan Banyuwangi, tak ketingal juga masyarakat umum.

Pameran itu bertajuk “Wayang” menandakan konsistensinya dalam menjaga adat tradisi menjadi tatanan, tuntunan dan tontonan. Wayang merupakan kesenian tradisional asli Nusantara yang hingga kini tetap lestari.

Wayang juga mampu menghidupkan kembali kearifan lokal ditengah – tengah budaya Nusantara yang belakangan mulai redup tergerus budaya luar.

Narasi kisah dan kode-kode simbolik dalam Wayang secara tradisi sebagai seni pertunjukan. Selain itu, juga menarik untuk dimaknai dan direspon dalam wujud karya seni rupa atau seni lukis bagi seniman dengan gaya dan gairah personal masing masing.

“Saya lihat antusiasme masyarakat sekitar sangat tinggi, bukan hanya untuk kolektor tapi juga anak muda. Jarang ada anak muda yang suka seni dan turut mengapresiasi,” kata Sugirah saat memberi sambutan.

Meski begitu, kata Sugirah,” seni lukis juga memiliki nilai jual dan bisa mendatangkan rezeki. Sektor ini mangsa pasarnya tertentu. Oleh karenanya semakin artistik dan berkarakter tambah menarik dan banyak dicari. Bisa punya nilai jual tinggi,” terangnya.

Menurutnya, dari pameran ini dapat menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk para pengunjungnya. Bahkan pameran ini dapat kembali merealisasikan dan mengembangkan seni serta membuktikan bahwa seniman memiiliki  karya – karya yang mengagumkan penikmatnya khususnya masyarakat awam.

Bahkan,”pameran lukisan ini adalah ajang memperkenalkan pengunjung wawasan baru terkait gaya dan aliran lukisan. Tujuan pameran ini untuk mengenalkan serta menyosialisasikan dan memberikan pengetahuan kepada kaum milenial tentang keseni rupaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sugirah menyampaikan rasa bangga atas inovasi dan kreativitas yang tiada batas para seniman dan perupa dalam mengekspresikan karya-karya mereka.

“Ini merupakan pameran seni lukis yang sangat kreatif, dengan tempat di sebuah desa jauh dari pusat kota,  namun bisa disulap menjadi sebuah pameran karya lukis. Rasa memasyarakatkan lukisan dari desa ke desa,” tuturnya.

Sugirah berharap dari 9 pelukis tahun depan bisa berkembang dari desa ke desa. Tentu inilah yang patut dicontoh bahwa berkesenian itu dapat dilakukan tanpa batas.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri, menjelaskan Komunitas Satu Sama dengan 9 pelukis anggota kelompok ini bebas menafsirkan tema kurasi sesuai gayanya masing-masing yang sudah dikenal dikalangan pencinta seni lukis. Pameran lukisan kali ini akan memacu dan memberi semangat para seniman untuk melangkah berkarya dalam berkreatifitas.

“Mudah-mudahan semangat yang digoreskan oleh seniman melalui pameran seni lukis ini memberikan semangat untuk kita semua, tidak hanya komunitas seni rupa tapi membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif termasuk seniman.” Jelasnya.

Hasan mengajak, agar para pekerja seni bekerja sama memanfaatkan pengembangan ekonomi kreatif pada beberapa sektor, pameran lukisan ini salah satu bentuk nyata kegiatan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan ini bisa membuka ruang seluas-luasnya bagi Kelompok Satu Sama dengan gerakan pameran simultan ini membawa perkembangan seni rupa Banyuwangi makin berkembang, kreatif dan membuka peluang pasar global. Saya percaya kegiatan pameran  ini akan menginspirasi banyak seniman, tidak hanya seni rupa, tetapi semua seniman yang ada di Kabupaten Banyuwangi  untuk berkreasi bersama,” pungkas Hasan.

Komunitas Perupa yang tergabung dalam kelompok Satu Sama, diantaranya Ben Hendro, Elyeze, Fafan Ariyadi, Ilyasin, Lilok Winardi, N Kojin, Susilowati, Sarwo Prasojo, dan Troy Herman.

Fafan Ariyadi sebagai tuan rumah kurator titik ke 6, menjelaskan Wayang tema yang diangkat kali ini adalah untuk mengingatkan masyarakat kembali bahwa di sebuah Dusun Sidorejo Wetan Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran  ini diharapkan banyak Karya Lukisan yang sesungguhnya bisa belajar banyak dari kearifan tradisi untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan hidup kekinian

“Saya berharap disini muncul banyak karya lukis yang sesungguhnya, bisa belajar banyak dari kearifan tradisi lokal,” ucapnya.

Fafan Ariyadi menambahkan, pelaksana kegiatan pameran karya lukis yang digelar oleh sembilan seniman dan perupa Banyuwangi, selanjutnya akan digelar di sembilan tempat yang berbeda dalam kurun waktu sebulan sekali.

“ Pameran ini nantinya akan diselenggaranakan di sembilan tempat dalam kurun waktu sebulan sekali. Pameran yang digelar saat ini merupakan yang keenam kalinya. Pertama di Curah Krakal, Jajag, Grajagan, Siliragung, Jelun dan sekarang di Yosomulyo. Tentunya pameran memasyarakatkan seni rupa dari desa ke desa ini dalam upaya mencari bibit-bibit perupa di pelosok-pelosok daerah yang akan kita gandeng supaya bisa berkembang,” ujar Fafan.

N. Kojin, sebagai Ketua Komite Seni Rupa dan ekonomi kreatif mengatakan ada juga tema lukisan yang mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa peradaban modern tidak selalu selaras dengan kehidupan bumi yang berkelanjutan.

“tampaknya 9 pelukis ini telah melakukan upaya tersebut melalui pameran lukisan.” Ucap kojin.

Dalam hal ini, kata N. Kojin, antusiasme masyarakat Yosomulyo dan sekitarnya sangat tinggi untuk mengapresiasi karya-karya dalam pameran ini.

“Saya kira antusiasme masyarakat sangat bagus, pembukaan ini bersinergi dengan masyarakat desa Yosomulyo. Semoga perkembangan seni rupa di Banyuwangi semakin maju, saya berharap teman-teman lainnya juga untuk menampilkan karya mereka,” pungkasnya.

Selama pameran diadakan melukis on the spot, artis talk, musik akustik, diskusi dan sarasehan bedah karya serta edukasi karya dengan mengundang hadirkan siswa siswi baik SMP, SMA berikut para guru seni budaya di sekitar art studio Joglo dengan anggota kelompok “Satu Sama” yang sedang menggelar pameran.

Reporter : Ilham Keris

Editor       : R. Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *