oleh

Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi Launching Sendratari “Temurune Dewi Sri” di Warung Kemarang

Launching sendratari Temurune Dèwi Sri yang dilaksanakan di Panggung Omprog Gandrung Waroeng Kemarang KM 5 désa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupatèn Banyuwangi-Jatim (Minggu 2/10/2022), didahului dengan Sambutan dan sekaligus pelaporan Ir. Wowok Meirianto, MT., selaku Ketua KOPAT (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) Kabupatèn Banyuwangi. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Kabupatèn Banyuwangi dan ditutup sambutan dari Wakil Bupati Banyuwangi.

Dalam Laporannya Wowok mengatakan bahwa “Pertunjukan sendratari Temurune Dewi Sri merupakan hasil dari silaturrahmi Saya dengan bapak Rusman dan bapak Sugirah, Saya percaya bahwa kekuatan silaturrahmi pasti membawa kebaikan bagi yang mau melakukannya, ” kata Wowok.

IMG-20221002-WA0090

Masih menurut Wowok beliau menghaturkan rasa terima kasih kepada pihak BPVP Kabupaten Banyuwangi yang telah mempercayakan kerja sama dengan KOPAT untuk menyelenggarakan Pelatihan dalam bentuk Tari, BPVP berharap semua peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadi pekerja seni profesional seusai mengikuti pelatihan selama 20 hari di Villa Kemarang.

Lebih lanjut Wowok mengatakan bahwa nantinya pentas sendratari Temurune Dèwi Sri dapat menjadi bagian dari promosi destinasi wisata di Banyuwangi, dan nantinya akan sering dipentaskan dengan tujuan untuk mengaktualisasi pariwisata berbasis Kuliner dan promosi wisata di Banyuwangi.

20221002_163920

Hadir di acara Lounching ini diantaranya Kepala BPVP Kabupatèn Banyuwangi, Pejabat-pejabat dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Wabup Banyuwangi, segenap unsur Forkompimka Glagah, Kepala Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupatèn Banyuwangi, Ketua Aliansi masyarakat Adat Nusantara Banyuwangi, PHRI, PHI, Agen travel, Hotel hotel yang ada di Banyuwangi, Kepala Kelurahan dan Kepala Désa Sekecamatan Glagah serta beberapa Ketua Paguyuban yang ada di Banyuwangi.

Sendratari Temurune Dèwi Sri yang di gelar di Pangung Omprog Gandrung Waroeng Kemarang, memukau penonton lebih dari 200 an tamu undangan untuk turut menyaksikan Lounching Sendratari suguhan KOPAT , dikatakan Aekanu Hariyono selaku Guide wisata budaya

“Biasanya pentas budaya yang digelar di obyek wisata hanya ditampilkan dalam bentuk biasa sesuai pakem, kali ini Sendratari Temurune Dèwi Sri yang ditampilkan Kopat sangat komunikatif antara Instruktur tari dengan para nara sumber yang berasal dari berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan sajian yang benar benar spectakuler, fantastis dan benar benar beda, ” katanya.

IMG-20221002-WA0105

Kegiatan Pelatihan tari yang diselenggarakan oleh Kopat dengan dukungan anggaran dari BLVP, diklaim sebagai wujud konsep atraksi Tari yang berbasis budaya.

Kepala BPVP berharap, “Langkah besar ini tidak hanya berhenti pada sendratari yang selesai saat ini, tetapi terus akan dilanjutkan dengan program program lainnya misalnya program pengelolaan sampah, ” cetusnya.

Disela sela pementasan, Wowok mengatakan “Sendratari Temurune Dèwi Sri kelak menjadi paket pertunjukan Tradisional Cuisini & Dance di Waroeng Kemarang, dan bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara bisa menikmatinya sewaktu waktu.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi, Haji Sugirah sangat mengapresiasi dan mendukung langkah yang diambil oleh BPVP yang telah menyelenggarakan pelatihan tari bersama Kopat Banyuwangi, selain itu saya berharap kepada masyarakat di sekitar desa Tamansuruh maupun masyarakat di Kecamatan Glagah pada khususnya, untuk senantiasa berupaya memajukan wilayah dan melestarikan budaya setempat.

20221002_174026

“Sendratari Temurune Dèwi Sri harus ditampilkan dengan kreatif, atraktif dan komunikatif. Kalau ingin menjadi destinasi wisata, Waroeng Kemarang selaku pengelola juga harus bisa menghadirkan tradisi budaya budaya Osing lainnya, ” ujar beliau.

Instruktur tari Temurune Dèwi Sri Subari Sofyan mengucapkan banyak terima kasih Khususnya kepada Kopat yang telah memberikan kesempatan untuk mewujudkan karya nya dalam bentuk Sendratari Temurune Dèwi Sri dan berjanji untuk tetap eksis kedepannya.
(Agus Wahyudi Irianto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *