oleh

Pameran dan Bursa Keris dalam rangka Pameran Pusaka Nusantara , Kirab Sedekah Bumi Kabupaten Jember

Jember, Jurnalnews.com – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar sedekah bumi dan pameran pusaka dalam tajuk Apel Kebangsaan dan Kirab Pusaka Nusantara. Kegiatan ini disebut-sebut menjadi yang terbesar dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Jember.

“Kami bercita-cita agar Jember menjadi miniature of Indonesia,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam acara Pagelaran Sedekah Bumi dan Pameran Pusaka yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jawa Timur, Minggu (20/7/2025). Pada kesempatan itu, Bupati atas nams Pemerintah Kabupaten Jember juga mengukuhkan senjata tradisional Wedung Pace sebagai pusaka asli Jember.

Bupati Jember menegaskan, pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki budaya luar biasa. Kita adalah bangsa Indonesia, kita punya budaya yang hebat, dan harus kita pertahankan,” tandasnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember bekerjasama dengan Perkumpulan Pecinta dan Pelestari Tosan Aji Jember ( Pataji ) Nuso Barong Jember menggelar pameran dan bursa keris dan tosan aji lainnya. Diifasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyelenggarakan pameran dan bursa ekonomi kreatif yang bertempat di Gedung Nusantara Jember.

Pameran kali ini diikuti oleh berbagai peserta dari berbagai kota, menunjukkan antusiasme tinggi dari para pecinta dan kolektor pusaka. Peserta pameran datang dari berbagai kota di Indonesia diantaranya Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Malang, Lumajang, Probolinggo dan Sumenep Madura.
Mereka menampilkan koleksi seperti keris, pedang, tombak, batu akik dan koleksi lainnya.
Sebagai salah satu warisan nenek moyang mulai dari keris, batu dan macam lainnya merupakan kekayaan kreatif karya luar biasa.
Sekitar 30 lapak bursa keris dan tosan aji lainnya turut meramaikan acara ini, mereka berasal dari berbagai kota seperti Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Probolinggo. Beberapa peserta dari Nganjuk, Solo, Jogja, dan Kediri juga diharapkan akan segera bergabung.

“Harapan bisa mengekspos dari teman-teman, jadi syukur syukur ada kenangan. Pameran ini memberkan motivasi kita bersama, ini memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dalam wisata budaya,” ungkap Lingga Diputra, S.Sos., Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BakesbangPol) Jember, Minggu malam (21/7/2025) saat secara resmi, membuka pameran dan bursa keris ini.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2025, di Gedung Nusantara Jember.

Ketua Pataji Nusabarong, Linasrillah Nurussubhi atau akrab disapa Gus Anas, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara ini
Gus Anas dengan Wedung Pace, warisan pusaka asli Jember
“Alhamdulillah sudah dibuka, Pameran Keris Edukasi dan Bursa. Kegiatan, mulai talk show atau workshop bagaimana mengenal pusaka, apa itu keris, apa itu tosan aji,” terang Gus Anas.

Dari ratusan koleksi yang dipamerkan, 50 keris di antaranya tidak diperjualbelikan. Menariknya, pameran ini juga menampilkan pusaka asli Jember, yakni Wedung Pace atau Pedang Pace. Gus Anas meyakini, pameran dan bursa pusaka ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang warisan budaya leluhur.

Bursa pusaka keris
“Harapan kami masyarakat Jember, generasi penerus itu mengerti apa itu tosan aji, apa itu keris, karena ini adalah warisan leluhur kita,” ungkap Gus Anas.(Ilham T)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *