Banyuwangi:Jurnalnews;Di tengah tantangan dunia kerja yang terus berubah, kehadiran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) menjadi bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam.
Melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, BPVP hadir memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas peluang kerja, hingga membangun kemandirian ekonomi.
BPVP sendiri merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang berfokus pada pengembangan keterampilan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Salah satunya adalah yang lokasinya di dekat penghasil ikan terbesar kedua di Indonesia yakni pelabuhan Muncar, BPVP Banyuwangi yang terus aktif menghadirkan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan dunia industri dan usaha saat ini.
Beragam pelatihan diberikan mulai dari bidang teknologi,pengelasan, otomotif, desain, tata boga, pariwisata hingga kewirausahaan.
Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
BPVP Banyuwangi juga terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat agar program pelatihan yang dijalankan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata.
Sub Koordinator BPVP Banyuwangi, Eko Wahyu Prasetyo saat ditemui oleh praktisi digital dan media Maulana Affandi, S.S., yang saat ini sedang melanjutkan pendidikan magister bareng Bung Aguk Wahyu Nuryadi aktivis sosialprenuer Gotongroyong’45 yang juga aktif di Forum Banyuwangi Sehat menyampaikan bahwa BPVP Banyuwangi terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas manfaat pelatihan kepada masyarakat.
“BPVP Banyuwangi pada prinsipnya siap bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah agar pelatihan yang diberikan benar-benar berdampak dan sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar putra Purworejo Jateng ini saat ditemui pada Senin (11/5) di kantornya dekat Kantor Camat Muncar dan Sekolah Rakyat ini.
Tak hanya itu, pelayanan BPVP Banyuwangi juga mendapat apresiasi positif karena dinilai terbuka dan responsif dalam menerima masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun mengajukan program pelatihan.
Salah satunya Puri Wulandari, S. Psi yang menangani proposal serta permohonan pelatihan TMT (Tailor Made Training), yang aktif memberikan penjelasan terkait program-program yang dapat dijalankan dan disinergikan dengan kebutuhan masyarakat maupun komunitas.
Dengan pendekatan yang terbuka dan kolaboratif tersebut, BPVP Banyuwangi diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kualitas SDM sekaligus memperluas akses pelatihan kerja yang lebih merata bagi masyarakat.
Sementara itu Pengurus UMKM Segoro’45 dan IWAPI Banyuwangi, Qurrota A’Yunin berharap pihaknya ataupun para pihak lainnya memanfaatkan peluang sinergi dan kolaborasi dengan BPVP ini yang juga menerima peserta dari Probolinggo hingga Bali. “Ini negara hadir untuk meningkatkan kompetensi untuk siap masuki dunia kerja. Dan harapannya juga selain mandiri bisa buka lapangan kerja alumninya, para pengusaha juga buka pintu pengembangan investasi untuk menambah loker di bumi blambangan sesuai tantangan jaman saat ini serta memperhatikan keselamatan kerja maupun UMK! ” tambah pegiat literasi TBM Al Djawahir Gambiran ini. (Aguk Wahyu Nuryadi/Q’Nin/JN)


Komentar