Banyuwangi, Jurnalnews.com – Antusiasme masyarakat begitu luar biasa dalam mengikuti rangkaian puncak acara Petik Laut Nelayan Pantai Kalitopo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, yang digelar pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan tahunan yang menjadi simbol rasa syukur para nelayan tersebut berlangsung meriah, khidmat, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat maupun berbagai unsur pemerintahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimka Wongsorejo, Kepala Desa Sidodadi, Kepala Desa Sumberkencono, perwakilan Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, BPJS Ketenagakerjaan, tokoh masyarakat, sejumlah pimpinan lembaga swadaya masyarakat, serta insan pers yang turut meliput jalannya acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan selamatan nelayan sebagai bentuk ungkapan syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan selama melaut. Acara kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat sekaligus aksi bersih lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak memungut sampah di sepanjang area wisata Pantai Kalitopo dan mendapatkan hadiah dari panitia sebagai bentuk apresiasi terhadap kepedulian lingkungan.
Kemeriahan semakin terasa dengan pembagian puluhan hadiah undian, mulai dari hadiah hiburan hingga hadiah utama yang disambut antusias oleh ribuan peserta jalan sehat.
Kepala Desa Sidodadi, Sidik Wibisono, dalam sambutannya mengaku bangga atas suksesnya pelaksanaan Petik Laut Nelayan Pantai Kalitopo. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh panitia, nelayan, masyarakat, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Terima kasih juga kepada para penggagas wisata Kalitopo. Semoga keberadaan wisata ini mampu menjadikan Desa Sidodadi semakin maju dan naik kelas. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan berbagai hal positif demi kemajuan Desa Sidodadi yang kita cintai,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Wongsorejo, Moh. Mahfud, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan wisata sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Jika kebersihan kawasan wisata terus dijaga, pengunjung akan merasa nyaman dan betah untuk datang kembali. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, maka semakin besar pula dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tegas Mahfud.
Salah satu momen yang paling sakral dalam tradisi Petik Laut adalah prosesi Larung Sesaji. Sebelum sesaji dilarung ke tengah laut, terlebih dahulu dikumandangkan adzan sebagai bentuk doa dan harapan keselamatan. Selanjutnya, perahu kecil yang membawa sesaji dilepas ke laut dan diiringi puluhan perahu nelayan yang berlayar bersama menuju lokasi pelarungan.
Tradisi turun-temurun tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah, sekaligus harapan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitasnya.
Adapun rangkaian kegiatan Petik Laut Pantai Kalitopo tahun 2026 meliputi Battlesound, lomba layang-layang, lomba voli pantai, lomba karaoke, lomba mancing, jalan sehat, Mamaca, Selamatan, Larung Sesaji, hingga puncak hiburan rakyat yang menghadirkan penyanyi Banyuwangi Catur Arum sebagai bintang tamu.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Tidak terdapat gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat selama pelaksanaan acara. Kegiatan Petik Laut Nelayan Pantai Kalitopo 2026 resmi berakhir pada pukul 14.45 WIB dengan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat dan para pengunjung yang hadir. (Venus).


Komentar