oleh

Dump Truk Tanah Urug Dihadang Warga, Jalan Padat Penduduk Di Desa Alasrejo Berbahaya

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Suasana di Lingkungan Kramasan, Dusun Kebonrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mendadak memanas, Rabu (26/8/2026) pagi. Sejumlah warga menghentikan iring-iringan dump truk bermuatan material tanah urug yang melintas di kawasan permukiman padat penduduk.
Penghadangan yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan warga karena keberadaan kendaraan berat dalam jumlah banyak dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan.

Warga menilai ukuran dump truk yang besar, ditambah kondisi jalan yang relatif sempit dan berada di tengah permukiman, membuat aktivitas lalu lintas kendaraan berat tersebut sangat rawan.

“Lihat saja, kendaraan dump truk ini cukup besar. Satu dump truk saja sudah membahayakan, apalagi iring-iringan seperti ini,” ujar Mamat, salah seorang warga.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jalan tersebut setiap hari menjadi akses utama masyarakat, termasuk anak-anak yang beraktivitas serta warga yang hendak menuju ladang.

“Banyak warga dan anak kecil yang berlarian menyeberang jalan. Ini sangat rawan sekali terjadi kecelakaan lalu lintas,” ungkap Abdul, warga lainnya.

Selain digunakan sebagai akses permukiman, jalan tersebut juga menjadi jalur warga yang pergi ke ladang maupun mencari rumput dengan sepeda motor.
Menurut Saleh, keberadaan dump truk sebenarnya tidak menjadi persoalan apabila hanya melintas sesekali. Namun, warga keberatan jika kendaraan berat tersebut melintas secara beriringan dalam jumlah banyak.

“Kalau hanya sekali-kali lewat, ya silakan saja. Tapi kalau iring-iringan seperti ini, apa tidak merepotkan banyak orang? Tadi ada warga membawa rumput hampir masuk selokan karena terlalu minggir menghindari dump truk,” katanya.

Keluhan lain juga disampaikan pengendara sepeda motor. Material tanah urug yang dibawa dump truk disebut berpotensi mengganggu pengendara di belakang, terutama ketika angin bertiup kencang.

“Tadi saya mau menyalip dump truk, tapi tidak bisa karena jalannya sempit. Akhirnya saya bertahan di belakang. Mata saya kemasukan tanah dari muatan dump truk akibat hembusan angin. Sempat tidak bisa melihat dan langsung berhenti untuk cuci muka,” tutur Eko, seorang pengendara motor.

Mendapat informasi adanya aksi penghentian kendaraan tersebut, Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan merespons cepat dengan menugaskan anggotanya mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengetahui persoalan yang sebenarnya.

“Terima kasih informasinya. Sekarang juga saya tugaskan anggota ke lokasi guna mencari tahu permasalahan sebenarnya,” tegas AKP Eko Darmawan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, iring-iringan dump truk tersebut membawa material tanah urug dari sebuah tambak di Desa Bengkak menuju sebuah tambak di Lingkungan Trebungan, Dusun Kebonrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo.
Aktivitas pengangkutan material tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Warga mempertanyakan aspek keselamatan penggunaan jalan serta legalitas kegiatan pengambilan dan pengangkutan material tanah urug tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti mengenai kelengkapan perizinan kegiatan tersebut dari instansi berwenang. Dugaan adanya aktivitas yang berkaitan dengan pertambangan galian C tanpa izin juga masih memerlukan verifikasi dan pendalaman dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat kejelasan, terutama terkait keselamatan pengguna jalan dan legalitas aktivitas pengangkutan material agar tidak menimbulkan keresahan maupun potensi kecelakaan di kemudian hari.
(Venus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *