oleh

Dampak Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Kerugian Mencapai Ratusan juta

BANYUWANGI – Setelah bencana angin kencang yang melanda Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran semalam, Rabu, 3 Februari 2021, Camat Pesanggaran, Ir. Sugiyo Dermawan, dan Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi, mengunjungi lokasi bencana, Kamis, 4 Februari 2021.

Dua pimpinan Kecamatan Pesanggaran ini bertolak ke lokasi bencana bersama jajarannya masing-masing pukul 08.00 WIB. Selain itu, Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin, dan Kepala Dusun Pancer Fitriyati, juga ikut dalam kunjungan tersebut.

Di lokasi bencana, para aparat membantu warga menyingkirkan batang-batang pohon yang tumbang, baik yang menimpa bangunan maupun di jalan. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material tidak sedikit.

Bahwa beberapa rumah warganya rusak tersapu angin maupun tertimpa pohon roboh. “Banyak rumah yang rusak. Bantuan berupa asbes [atap] sangat kita butuhkan,” tuturnya.

Sementara itu, petugas dari kecamatan sibuk mendata kerusakan dan korban terdampak. Setelah data lengkap, pemerintah kecamatan akan melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kata Kadus Dusun Pancer Fitriyati

sementara Satpol PP Kecamatan Pesanggaran Galuh Qomari, menjelaskan hasil pendataannya. Berdasarkan catatannya, di Pulau Merah, ada 13 warung PKL yang rusak; sebuah homestay dan satu rumah warga juga rusak tertimpa pohon; dan beberapa kerusakan fasilitas wisata lainnya.

Selanjutnya, obyek wisata lainnya di Pancer, Pantai Mustika, juga mengalami kerusakan cukup parah: pos pantau dan puluhan payung. Tidak jauh dari situ, delapan rumah warga rusak.

Di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pancer, tempat penjualan ikan para nelayan juga rusak parah. Menurut data kecamatan, total kerugian di wilayah Dusun Pancer mencapai Rp175 juta.

“Sementara itu, lebih dari delapan pohon tumbang di tempat yang berbeda di wilayah Lampon, Dusun Ringinsari, Desa Pesanggaran. Selain itu, ada sekitar 20 rumah warga yang rusak dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 60 juta. “ujarnya.(Mbah Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *