Bak pepatah mengatakan,harum bunga menyebar wangi ,menarik hati kupu dan kumbang ,mencari dari mana sumber keindahan dan keharuman,terlindung disemakpun pasti ditemukan. Sebait kalimat puitis itu sepertinya mirip dengan keberadaan Kampung Santri Bali.
Terletak dipinggiran sebuah tempat yang eksotis dan terjenal pulau nan elok dengan keaslian budaya dan religinya yang terjaga sebuah Pulau Dewata seribu pura.
Duniapun mengakuinya, terlepas dari julukan sang ghumi dewata yang penuh dengan kejayaan dan keluhurannya tersebut. Terselip disebuah tempat yang telah ditentukan sang khalik untuk umatnya yang merindukan dan mengagungkan kebesarannya, meskipun jauh dari kesan mewah dan megah hanya bertempat disebuah rumah sewa bulanan/kost tetapi cukup rapi dan sejuk serta tertib kondisinya.

Jauh dari kesan sebuah bangunan besar nan megah ,hanya cukup ruangan yang jadi saksi dan catatan seharah bahwa dighumi dewata ini tepatnya berjarak 3km dari pantai seseh/ makam wali sepuh penyebar agama islam yaitu disebut dengan Makam Ratu Mas Chakti atau Syekh Hamdun Chairus Shaleh yang ditengarai putra dari Raja Blambangan Danurejo asal Mengwi, beristrikan seorang putri Blambangan.
Kampung Santri Bali yang sekarang ini memiliki santri kurang lebih 60 an, menggunakan metode bacaan Iqro’ untuk belajar Qur’an serta menekankan praktek shalat jamaah yang diterapkan saat Magrib.
Keberadaan yang minim tidak membuat surut langkah bagi pengasunya tidak ada rotan akarpun jadi begitu yang dipakai, bersama dengan wali santri juga donatur dan hamba Allah yang digerakkan mencari KSB untuk memberi sedekah juga santunan,ifthor buka puasa serta buku islami,apapun yang berkaitan kebutuhan santri selama ini bisa terpenuhi.
Tepatnya hari Jumat, 26-03-2021 mulai jam 17.00-20.00 santri dan wali santri yang biasa sholat magrib berjamaah ,saat itu kedatangan tamu hamba Allah petugas dari LAZNAS DEWAN DAKWAH PROFINSI BALI. Bernama ibu Debora K. yang memberikan sedekah kepada para santri 60 nasi box sebagai silaturahmi awal ke KSB. Dengan haru bu Debora memperkenalkan dirinya, dan bercerita tentang LAZNAS serta tugasnya diseluruh nusantara khususnya di Bali.
Beruntung sahabat surga memiliki tempat belajar yang indah dan rapi, serta punya kesempatan baik bisa ngaji dan juga berpakaian layak. Dibandingkan beberapa teman yang kurang beruntung dipelosok belahan bumi bali lainnya begitu yang disampaikannya.
Mengucapkan terimakasih kepada Laznas Dewan Dakwah dan donatur sebagai penutup acara bershalawat membagi nasi sedekah jumat barakah buah tangan ibu Debora,in shaa Allah ifthor istikomah akan diperjuangkan beliau sebagai laporan catatan kepada LAZNAS untuk KSB. Pengasuh KSB dan wali santri menyambut baik kedatangan beliau, sebagai utusan perwakilan Laznas Dewan Dakwah yang berpusat di Masjid Muhammad, Kuta (Didirikan oleh perdana menteri pertama Indonesia Moh. Nassir) yang juga membantu kebutuhan umat muslim yang membutuhkan kususnya di Bali.
Silaturahmi awal tarsebut diakhiri dengan doa bersama. Ditutup dengan kufrotal Majlis. Subhanakallahuma Wabihamdika Astaqfiruka Waatubuilaih.

Mengiringi kepulangan santri, yatim duafa malam itu dengan permohonan doa yang terbaik bagi KSB dan LAZNAS DEWAN DAKWAH.Semoga semua pahala diterima,dijadikan catatan mulia, dan diridhai Allah SWT. Dari Munggu KSB
(Ambarwati Soenarko).


Komentar