Sosok perempuan tangguh ini memang layak mendapatkan julukan yang sepadan dengan apa yang telah dilakukannya. Sebagai singgle parent selama 11th ini, merupakan takdir dan amanah Allah SWT, karena suami beliau telah berpulang lebih dulu/almarhum, maka hidup berdua dengan putri semata wayangnya, Ayu Shinta Havitz Syamsul, disebuah rumah sewa tepatnya di Pure Demak Denpasar Bali.
Meskipun rumahnya di Jakarta perempuan berusia 54 th ini, membaktikan dirinya berjuang dijalan Allah sebagai panggilan jihad, bergabung di Laznas Dewan Da’wah Propinsi Bali dihitungan angka 4 tahun, dengan job dish bertugas dilapangan.
Mungkin inilah yang membuat beliau menjadi tercelik mata hati nuraninya, bagaimana bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat klaster rendah dan grash root yang memiliki multi problem sosial ekonomi bahkan phsykologi dan rumah tangga yang berkaitan dengan perilaku/mental spiritual.

Bunda Deborah,begitu beliau biasa disapa anak-anak dan beberapa sahabat duafa selalu berbagi bahagia dan semangat dengan cara dan khekhasannya yang menyejukkan hati siapapun yang mendengarkan suaranya. Bukan hanya lemah lembut tutur kata, tetapi terlebih lagi sering membawa surprise berupa hadiah/santunan, sembako, makanan, juga keperluan belajar bagi pecinta Al Quran yang merupakan amanah dari beberapa donatur hamba Allah yang menitipkan melalui Laznas Dewan Da’wah sementara beliau juga yang mendistribusikan kepada yang membutuhkan dan layak menerimanya.
Tanpa pandang bulu dan tentunya sesuai dengan hasil survei yang dilapangan,bunda Deborah bagaikan bidadari Surga datang memenuhi kebutuhan para duafa dan anak-anak perindu taman surga yang belajar mengejar rida Illahi.
Selama bulan Ramadhan ini,beliau telah mendistribusikan ifthor dari donatur hamba Allah (Ibu Evi Nugraha,Warung Surya) dibeberapa tempat seputar Denpasar, Badung, Kuta, Munggu-Mengwi.
Hari Kamis, 15 April 2021 sejak pukul 16.00-18.25 WITA Sebanyak 120 box ifthor nasi dari ibu EVi Nugraha telah dibagikannya kepada :
1. Kaum Duafa
2. Pedagang Asongan
3. Musholla Silaturahim Monang Maning
4. Kampung Santri Bali, Munggu-Mengwi.
Tanpa kenal lelah,dan rasa malu beliau membawa amanah hamba Allah dengan berkendara sepeda motor yang dilengkapi dengan tas box kanan kiri dibagian belakangnya serta didepan bergerak membawa berkah bagi umat dan duafa yang menunggu saat berbuka puasa tiba.
Menurutnya ini adalah kebahagiaan yang akan menjadi saksi dan syafaat bagi dirinya nanti daat diyaumil hizab. Mengerjakan dan memberikan hak para duafa, yatim, anak2, musafir,serta memberikan makanan bagi yang sedang berpuasa adalah ladang pahala yang siap ditiai sebagai kunci pembuka jaannahnya.
Selamat bertugas bunda Debora Tasmania, doa kaum duafa, santri, ummat muslim yang berpuasa akan selalu mengiringi ,menyertai, melancarkan perjalanan jihad fisabillillah yang penuh tantangan.
Semoga para donatur hamba Allah yang menitipkan amanahnya melalui Laznas Dewan Da’wah juga digerakkan untuk berlomba berbagi pahala di ulan suci mulia oni dengan istiqoma.
Barakallahuma, fidunya wal akhirat.. (Ambarwati Soenarko).


Komentar