oleh

WARUNG BEBEK NDESO BU OLIP

-Berita-1.440 views

Bebek adalah binatang unggas yang biasa hidup di sawah dan bersuara ramai juga menghasilkan telur yang biasanya diasinkan juga bahan martabak memang dikenal sebagai hewan ndeso/desa. Filosofi bebek sebenarnya jika dilihat dari sudut pandang makna katanya adalah ramai.

Ketemu bebek dan mendengar bebek, suara ramainya sudah tidak bisa dipungkiri hal umum jika bebek juga jenis binatang berkoloni besar.
Meski bebek itu banyak, hanya satu pemimpin (jantan) saja yang akan diikuti oleh pasukannya yang umumnya berjenis kelamin betina. Filosofi lain dari sudut pandang budayanya yang lain adalah unik, menurut, ramai, sederhana, apa adanya tidak dibuat-buat dan selalu berjalan tegak sesuai postur tubuhnya, gesturnya juga tegas.

IMG-20210627-WA0015

Berpandangan positif dari keluhuran bebek tersebut hal yang menginspirasi pasutri Riyanto-Olip yang tinggal di Klungkung Semarapura Bali ujung timur yang menjadi perbatasan dengan pulau selanjutnya diNKRI yaitu kota Mataram -Lombok-Ampenan, terkenal dengan pelabuhannya yang juga perbatasan dengan daerah kabupaten Karang Asem- yaitu Pelabuhan Padang Bai.

Warung Bebek Ndeso Bu Olip, ini adalah usaha kedua yang dirintis oleh Bu Olip sekitar satu bulan lalu (26 Mei 2021), menampung kurang lebih 100-150 orang untuk kapasitas tempat duduk dengan luas area yang terbagi 3 bagian antara lain:
Hall/Gubuk Resto kapasitas 50 orang, Hall/gubuk lesehan kapasitas 50 orang, Room Private untuk keluarga tersebar dibeberapa sudut japasitas sampai 50 orang.

IMG-20210627-WA0020

Rest Area di halaman depan yang cukup asri dengan hiasan berbagai macam tabulampot dan jenis tanaman bunga membuat sejuk suasana. Sekitar warung yang masih persawahan juga menambah indahnya pemandangan.
Asal tanah terasiring membuat warung tersebut unik bak rumah adat yang tersusun mulai bagian depan/atas berbentuk pendopo luas, masuk bagian tengah turun kebawah dengan undakan sederhana halaman yang bersih dan berhadapan dengan hall budaya sebagai tempat lesehan, serta disamping kanan kirinya tersebar private room bagi beberapa keluarga kecil. Ornamen penghias interior yang masih belum sempurna ini, cukup menunjukkan selera seni sang pemiliknya, ada beberapa lukisan pernik 2 bambu dan juga style kayu yang serasi berpadan dengan tikar pandan digelaran bale-balenyanya.
Yang cukup menarik perhatian dan paling penting adalah tersedianya fasilitas MCK bagi pengunjung ,meski masih dalam penyempurnaan namun sudah 75% secara keseluruhannya bisa oprasional.

Dapur yang langsung bisa dilihat ada dibagian depan, luasnya lumayan seukuran hall utama, pengunjung bisa menilai sendiri kebersihan dan mutu dari kuliner ndeso Bebek Bu Olip yang juga punya usaha warung pecel bu Olip, berbeda tempat dan konsep serta pelanggan.

Menurut Bu Olip, kalau warung pecelnya menyiapkan nasi pecel, campur, lauk pauk, sayuran segala macam dibuka mulai pukul 06.00-22.00 WITA dan sudah ada karyawan yang menghandell. Warung Bebek Ndeso Bu Olip ini bukanya jam 11.00-23.00 WITA,memang untuk para konsumen yang makan siang dan malam,serta juga menerima catering untuk pesta workshop, meting yang semuanya bisa menggunakan fasilitas ditempat tersebut, tentunya harus reservasi dan juga konsultasi untuk persiapannya.

Selain fasilitas tempat, makanan, bahkan disiapkan entertain juga host sesuai konsep acara dan budgetingnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh pak Riyanto yang mensuport kegiatan sang istri, selain untuk hobynya juga memberi kesempatan kerja dan berbagi rejeki bagi karyawannya.

Tari tradisional Banyuwangi, musik electon, band, bahkan juga live musik siap dihadirkan untuk siapa saja yang bermitra menggunakan jasa Warung Bebek Ndeso Bu Olip, reservasi bisa langsung ditempat Jl. Angsoka gang Matahari III Semarapura/Timur SMAN I Semarapura-Galiran. Menu andalannya : Bebek goreng, bebek bakar, ayam kampung goreng/bakar, mujair goreng/bakar, pkecing kangkung, tempe, tahu, terong goreng/bakar/penyet,  macam-macam sambal (matang, mentah, ijo, bawang) plus lalapan.
Minuman juga variasi, ada kopi robusta, teh dan wedang jahe, temulawak, teh es, es jeruk, jus buah, serta air mineral. Urusan harga tergolong cukup murah dengan rasa dan test yang khas masakan bu Olip, sudah dikenal diklungkung mutu dan hygenitasnya.

Yang ingin mencoba resep ndeso bu Olip yang belajar otodidak tanpa melalui kursus apapun, hanya modal tekad dan semangat tinggi untuk maju,maka usaha yang didasari hobby/kesenangan dan istiqomah berjalan 10 tahun untuk warung pecelnya,dan satu bulan warung bebek ndesonya,diharapkan bermanfaat bagi siapa saja terutama inspirasi bagi warga perantau dimana saja untuk pantang menyerah dan bersemangat memperbaiki dan menunjang perekonomian bagi keluarga menjadi pendamping yang berdayaguna serta ibu yang baik bagi putra putrinya. Percakapan kami akhiri dengan datangnya team musisi yang sething alat prepare besok siang acara meting group team kesehatan dari masyarakat setempat diwarung bu olip.
Bpk Riyanto saat ini adalah Ketua Ikawangi Dewata Bali Cabang Klungkung,memiliki jaringan koneksi luas dan beliau saat ini bertugas di RSU Klungkung sebagai salah satu tenaga kesehatan sangat menjaga kebersihan dan mutu usaha kuliber istrinya tersebut.

Semangat lare osing hang bontang banting, ngasilaken mbuktikaken gok seduluran iku nambah rejeki ugo ngraketaken keluarga Asil sithik hang penting barokah (begitu kata Wak Nan)
Dari Bumi Semarapura silaturahmi berakhir pukul 23.00 WITA (Ambarwati Soenarko)’

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *