oleh

DISKUSI PUBLIK HARI RADIO NASIONAL KE-76 DIPERINGATI PENGGIAT RADIO KOMUNITAS BANYUWANGI

Memaknai Hari Radio Nasional, sebanyak 45 Radio Komunitas dan 5 Podcast yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi memperingati di aula UBI Cluring,Sabtu 11 September 2021. Juga hadir perwakilan dari Kabupaten Probolinggo yaitu Rakom Ronggo FM dan Rakom Tripod Fm hadir dalam Diskusi Publik Hari Radio Nasional dan Tantangan Tekhnologi Bagi Radio Komunitas dan Podcast di Universitas Bhakti Indonesia Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Menurut ketua panitia Nur Prasetyo, S.Sos,M.Si “Radio Komunitas adalah Radio yang murni dari komunitas untuk komunitas dan oleh komunitas. Mempunyai peran yang sangat penting di era reformasi untuk bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, “katanya.

IMG-20210911-WA0042

Ditambahkan Dekan FE UBI dan Direktur EO Merah Putih ini,”Jika ingin tetap exist di tengah masyarakat Radio Komunitas tidak hanya berkutat pada radio karaoke saja. Karena tekhnologi semakin canggih bisa menggunakan media komunikasi yang lain dengan baik, seperti YouTube, Twitter, streaming dan media lainnya, “ungkap Pras.

Hadir dalam Diskusi Publik sebagai pemateri dari Kadiskominfo Kabupaten Banyuwangi yaitu Kasie Komunikasi Publik Nafi Ferdian, ST,MT. Untuk yang jelaskan regulasi bagaimana alur perizinan penyelenggaraan penyiaran dengan baik dan benar.

“Monggo ada itikad baik untuk urus perijinan karena di Banyuwangi ada 3 Rakom yang punya IPP tetap, “tuturnya

Sedang narasumber dari Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Wilayah Jatim, Sekretaris MPA Hadi Purwanto yang jelaskan tentang 3 ON.: air, line,  dan land serta siapkan SDM Komunitas maupun penting berjejaringan.Dunia sedang gencar gencarnya melakukan reformasi tekhnologi. “Rakom harus sinergi dengan tekhnologi. How to make listener interest. Dengan speaker, target dan program sesuai musyawarah dan gotong-royong komunitasnya, ” tutur kru Planet FM ini.

IMG-20210911-WA0046

Pemateri dari Akademisi Universitas Bhakti Indonesia, Fakultas Ekonomi Imam Hidayat, S.Kom, M.M yang juga alumni ponpes Nurul Jadid Probolinggo yaitu mengatakan bahwa “Evaluasi penting bagi segala sesuatu, pada program radio agar managemen radio berjalan dengan baik, “kata Imam.

Saat tanya jawab, H. Mustafa dari Ghava FM Blimbingsari dan Taslim, SH. dari Genteng dari Nada Pesona FM Genteng harapannya UU dan Permen yang atur tentang radio komunitas hendaknya tak bertentangan dengan UUD 1945 yang memberi ruang rakyat berekspresi dan jaga imun dengan budaya karaoke. Ada juga curhatan penyiar Bimantara FM Kalibaru yang 7 tahun hidup dari rakom pingin siaran tenang dan nyaman .

Usai acara banyak yang tanya caranya ikut berjejaringan yang berlink ke provinsi dan nasional.

“Monggo jaya di udara dan guyub di darat dengan bergandengan tangan senasib seperjuangan, ” harap Bung Aguk Darsono yang bisa dihubungi via 081336881945.diskusi juga didukung bussiness link, majalah keboendha dan jurnalnews serta LSM Konunitas Gotongroyong’45. (Tarhami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *