oleh

Paju Gandrung Mangkat Maning di Waroeng Kemarang

Gelaran Paju Gandrung di rumah adat Waroeng Kemarang yang terletak di desa Tamansuruh kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim (12 September 2021) telah libur panjang selama pandemi Covid-19 melanda negeri ini, biasanya hiburan Paju Gandrung ini rutin diselenggarakan oleh Waroeng Kemarang setiap akhir pekan.

Tetapi sejak pandemi berlangsung, kegiatan yang bersifat hiburan ini dilarang oleh pemerintah karena mendatangkan kerumunan massa. Hiburan Seni Tradisional Paju Gandrung yang rutin digelar di Waroeng Kemarang setiap malam Minggu selalu mendapat respon positif dari para pecinta seni Gandrung di Banyuwangi, dan saat pandemi Covid-19, mereka para penikmat seni Paju Gandrung merasa sedih karena tidak bisa menikmati gending-gending yang mampu menghipnotis dirinya untuk melakukan suatu gerakan. Di Banyuwangi pada era tahun 1960 an sampai tahun 1980 an pertunjukan Paju Gandrung yang dulunya bernama Gandrung Terop merupakan kesenian rakyat golongan menengah ke bawah dan sangat populer pada masanya. Pertunjukan ini biasanya diadakan oleh masyarakat Banyuwangi yang punya hajatan mantenan atau khitanan. Pertunjukan ini paling digemari dan secara tidak langsung dapat mengundang tamu.

IMG-20210911-WA0007

Badai pasti berlalu dan alhamdulillah malam ini Sabtu (11/09/2021) Warung Kemarang kembali bergeliat untuk memberikan suguhan yang benar benar dinanti oleh masyarakat pecinta seni Paju Gandrung dengan tema “PAJU GANDRUNG TIAP MALAM MINGGU MANGKAT MANING”.

Diawali dengan tari Jejer Terop oleh dua penari gandrung cantik  Lusi dan Ica dengan sinden Saudah. Sebelum Ngerpen, penari membawakan gending Serampat dan dilanjut Paju Gandrung oleh para pengunjung.

Mulanya, Wowok Meirianto selaku owner Waroeng Kemarang Mengaku sudah tidak bisa menahan lagi hasrat dari pelaku dan penikmat seni Paju Gandrung untuk berekspresi. Dia selalu ngomong ke saya “Sudah satu tahun lebih mereka tidak bisa membendung hasrat seninya, Saya sudah tidak kuat lagi dengan hasrat seni budaya yang Saya miliki yaitu seni gandrung, “tegasnya.

20210911_192553

Dengan turunnya status Banyuwangi menjadi level 2, Wowok Meirianto akhirnya memberanikan diri untuk bisa kembali menggelar Hiburan Paju Gandrung di Waroengnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Lebih lanjut Wowok Meirianto berucap “Saya akan kembali menggelar pertunjukan Paju Gandrung di Waroeng Kemarang dengan persyaratan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,  tempat duduk dirumah adat sebagai tempat diselenggarakannya pertunjukan yang biasanya dipenuhi oleh pengunjung, Saya batasi 50 persen dan saya kasih jarak 1 meter antar kursi serta durasinya pun saya pangkas menjadi 4 jam. Pertunjukan dimulai tepat pukul 18.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB. Masyarakat pecinta seni gandrung yang tidak dapat menyaksikannya secara langsung, bisa menyaksikan lewat Instagram Waroeng Kemarang, “tuturnya.

Pementasan Seni Paju Gandrung di Waroeng Kemarang akan kembali digelar tiap malam Minggu, karena hiburan seni Paju Gandrung ini merupakan agenda tetap dan banyak diminati pecinta seni serta menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Kota Banyuwangi. Ayo datang ke Waroeng Kemarang, kita lihat pertunjukan Paju Gandrungnya, sambil menikmati makanan dan minuman khas Banyuwangi. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *