oleh

PC PMII BANYUWANGI GANDENG FORUM PEMBAURAN KEBANGSAAN MENGGELAR DIALOG KEPEMUDAAN

-Berita-1.253 views

Banyuwangi, (Sabtu/09/2021) Pengurus Cabang PMII Banyuwangi menggelar Dialog Kepemudaan bersama Ketua Forum Pembaruan Banyuwangi dan Pelatihan Tehnik dan Mekanisme Persidangan, bertempat di Pondok Pesantren Kampung Kitab Kuning Al – Kalam.

Acara Dialog kepemudaan ini adalah masuk dalam rangkaian Pelatihan Tehnik dan Mekanisme Persidangan dan diselenggarakan selama dua hari (11/12). Pelatihan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan sudut pandang terkait tehnik dan mekanisme persidangan terkhusus diwilayah PMII Banyuwangi.

IMG-20210911-WA0093

Dialog Kepemudaan ini Mengambil Tema “Menjadi pemuda Merdeka di Bulan Merdeka” saya ingin menyampaikan bahwa menjadi pemuda merdeka bukan hanya Euforia dan menikmati hasil perjuangan pahlawan-pahlawan terdahulu, maka pemuda merdeka hari ini harus menjadi pemuda yang visioner, inovatif, kolaboratif dan cinta keberagaman, Syaifurrohman Ketua Cabang PMII Banyuwangi.

Rohman Menambahkan, Menjadi pemuda merdeka ini bukan terpaku pada bulan kemerdekaannya, namun kemerdekaan ini harus terus mengalir dalam denyut nadi kita disetiap saat di bulan apapun. menjadi pemuda merdeka, harus mampu adaptif dengan besarnya arus globalisasi dan mampu menyebarkan nilai-nilai kemerdekaan.

Gus Sunandi Pengasuh Ponpes Kampung Kitab Kuning Al – Kalam yang sekaligus Manjelis Pembina Cabang PMII Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan PMII, bahwa Dialog kepemudaan ini tentu menjadi ruang dialog perkumpulan orang-orang yang merdeka dalam berfikir dan aktif menuangkan pikirannya di media cetak dan minimal di media sosial.

Dialog kepemudaan berjalan dengan gayeng, Miskawi sebagai narasumber memberikan ruang kepada aktivis PMII untuk membahas “Menjadi Pemuda merdeka dalam bulan merdeka” diuraikan secara rijik menjadi pemuda merdeka, menjadi merdeka dan menjadi bulan merdeka.

“Pemuda merdeka tercermin dari pola pikirnya, pola ucapnya, pola sikap dan tindakannya. Peran yang disandang pemuda, sebagai agent of change, agent of control social, moral force, Guardian of value, dan Iron stock masih sangat efektif dan kretaif dalam memposisikan peran pemuda ditengah-tengan masyarakat dan masukan konstruktif bagi pemerintah, ”Ungkap Ketua Forum Pembauran Kebangsaan.

Pemuda di era globalisasi jangan menjadi penonton atau diperbudah oleh Globalisasi melainkan memanfaat globalisasi, dan sangat disayangkan pula saat ini terjadi krisis keteladanan yang dilakukan para penyelenggara negara yang seharusnya dijadikan Keteladanan. Mereka yang hanya sibuk memikirnya dirinya sendiri hingga tersangkut kasus Korupsi , jual beli jabatan dan sebagainya sehingga berdampak pada krisis kepercayaan.

Harapannya Miskawi kepada pemuda saat ini “harus kreatif, inovatif, adaptif sesuai perkembangan jaman dan kemerdekaan adalah proses perjuangan yang terus dilakukan. Kita bisa belajar meneladani para pemuda pejuang bangsa pada jiwa jamannya sehingga mampu mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Keteladanan Pemuda inilah tentunya harus mampu menjadi penghayatan emotif buat generasi muda saat ini, ” Tambahnya. (Masduki/Miska).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *