oleh

Kunjungan Museum tajuk dalam Pameran Kepurbakalaan 2021

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menggelar acara Pameran Kepurbakalaan Banyuwangi. Pameran Kepurbakalaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 4 – 6 Oktober 2021. Acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 – 21.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker, menjaga jarak dilengkapi dengan aplikasi peduli lindungi.

Kepala Disbupar Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan alasan pihaknya menyelenggarakan acara ini tak lain karena Banyuwangi memiliki kisah masa lalu yang menarik, mulai dari kisah Kerajaan Blambangan yang sangat besar andilnya dalam sejarah Banyuwangi. Pameran Kepurbakalaan ini untuk menghidupkan sejarah, budaya, dan peninggalan berharga yang ada di bumi Belambangan.

IMG-20211006-WA0013

“Kegiatan ini untuk menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial. Anak cucu kita harus diberikan pemahaman sejarah masa lalu yang mengandung nilai-nilai adiluhung agar tumbuh karakter mencintai leluhur dan tanah airnya, “begitu disampaikan MY. Bramuda saat memberi sambutan dihadapan para pelajar SMP- SMA yang didampingi gurunya dari beberapa sekolah di kota Banyuwangi yang diundang ke pameran Kepurbakalaan senin pagi ( 4/10/2021 )

Tujuan dari kegiatan yang dikemas dengan tajuk *kunjungan museum* itu adalah untuk menumbuhkan rasa cinta pada milenial terkait dengan pelestarian benda-benda warisan budaya daerah dan tanah air, dalam hal ini adalah untuk merawat benda-benda yang mengandung nilai sejarah tinggi. “Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak, baik kalangan akademisi, sejarawan, seniman maupun masyarakat umum, “lanjut Bramuda.
Kunjungan museum ini akan menyajikan cerita-cerita Banyuwangi, seperti kisah Pantai Boom yang mempunyai koneksi dengan Australia, kisah penambang belerang zaman Belanda, dan berbagai kisah lainnya.

 

IMG-20211004-WA0025

Beragam benda-benda bersejarah yang ditemukan di Banyuwangi dipamerkan dalam Pameran Kepurbakalaan . Banyak wawasan baru yang dapat diserap terutama bagi milenial yang kini mulai tergantung gawai dengan kemajuan zaman.

Pada pameran tersebut terdapat berbagai peninggalan purbakala dan benda kuno seperti koleksi artefak museum pada stan purbakala, bermacam keris dari masa kemasa dengan nilai-nilai sejarah, filosofi , keunikan dari estetikanya masing-masing, hingga barang antik , unik
cangkir kuno berbahan keramik, lukisan, mesin jahit dan masih banyak benda-benda kuno lainnya
dan dilengapi juga pameran lukisan dengan obyek- obyek cagar budaya dan geopark ijen.

Selain itu, peserta juga dapat melihat pameran foto Banyuwangi di masa lampau dari komunitas BTD (Banjoewangi Tempo Doeloe). Pengunjung juga masyarakat atau penggiat sejarah dapat melihat berbagai peninggalan purbakala dan benda kuno tersebut di Museum Blambangan.

Selanjutnya undangan yang didominasi para milenial itu diberi wawasan tambahan tentang koleksi museum dan sejarahnya oleh Sekdin Disbudpar Choliqul Ridha, materi cagar budaya dan apa itu yang patut dikoleksi museum oleh Titin Fatimah , arkeolog dan ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Banyuwangi dan materi tentang Ijen Geopark oleh Abdillah ketua tim Ijen Geopark.

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu dimeriahkan dengan kesenian tradisional jaranan butho dan malam harinya musik etnik atau akustikan.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *