Harga Bawang Putih Melonjak Tinggi, Pengrajin Kerupuk Mati Suri

Harga Bawang Putih Melonjak Tinggi, Pengrajin Kerupuk Mati Suri
Mati suri-Pengrajin kerupuk turut terimbas harga bawang putih yang melonjak tinggi. (Ron/Jn)
Spread the love

Cluring-Harga bawang putih di pasaran yang melonjak tinggi berimbas ke para pengrajin kerupuk. Seperti pengrajin kerupuk di Dusun Plosorejo Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, yang terpaksa berhenti produksi, dua bulan terakhir. Praktis, para pekerjanya pun ikut terimbas.

Salah satu pengrajin kerupuk mentah di Desa Plampangrejo, Rois Maliki (45) mengatakan, industri kerupuk rumahan seperti dirinya sangat bergantung pada bawang putih. Sebab, rempah itulah yang menjadi bumbu penyedap satu-satunya.

“Sekali beli kebutuhan bawang putih mencapai kwintalan,” ujarnya ditemui JurnalNews.com di rumahnya, Kamis (18/5/2017).

Namun karena harga bawang putih melonjak drastis, antara Rp 50-60 ribu per kg-nya, ia terpaksa menghentikan produksinya. Karena biaya produksi terutama untuk bawang putih tidak sebanding dengan harga kerupuk olahannya. Belum lagi biaya produksi lainnya seperti kayu bakar dan tepung yang juga mulai merangkak naik.

“Dari 1 Kg bawang putih untuk kebutuhan kerupuk mentah siap kirim 25 Kg. Sedangkan harga kerupuk mentah per Kg-nya dibandrol Rp 10 ribu. Sekarang harga bawang putih Rp 45 ribu per Kg-nya, saya paksakan produksi lagi meski sebenarnya juga masih merugi,” ungkapnya.

Rois memaksakan produksi kembali karena juga merasa kasihan dengan para pekerjanya, yang rata-rata para ibu rumah tangga. Meski disisi lainnya ia juga merasa berat.

“Kalau harga bawang putih terus naik kita warga kecil seperti ini bakal terus kehilangan pekerjaan dan akan makan apa,” pungkas Sumi (50) salah satu pekerja. (Ron/Jn)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan