Heroik! Bocah Pemberani Ini Gagalkan Aksi Penculikan Temannya

Heroik! Bocah Pemberani Ini Gagalkan Aksi Penculikan Temannya
Bocah pemberani-Darma, bocah pemberani yang gagalkan upaya penculikan Fino dan Nizam. (Ir/Jn)
Spread the love

Tegaldlimo-Dua bocah warga Dusun Persen Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, menjadi korban upaya penculikan dari orang tidak dikenal. Aksi penculikan itu mendapat perlawanan dari Darma Setiawan (9), yang juga teman korban. Sang penculik pun tunggang langgang melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kisah heroik itu bermula saat Darma dan 4 teman sebayanya sedang bermain kelereng di halaman SD Negeri 1 Kedungasri, sekitar pukul 11.00 WIb. Mereka yakni Darma, Fino, Nizam, Risma dan Irma. Saat asik bermain, tiba-tiba datang seorang laki-laki mengendarai sepeda motor masuk ke halaman sekolah.

Warga datangi rumah Fino dan Nizam, korban penculikan. (Ir/JN)

Warga datangi rumah Fino dan Nizam, korban penculikan. (Ir/JN)

Tanpa basa-basi pria berpakaian serba hitam itu langsung menghampiri ke empat bocah tersebut. Dan langsung mencengkram tangan kiri Fino dan menyeretnya, seraya pelaku menunjuk satu persatu bocah lainnya. Fino pun berupaya keras untuk melepaskan diri dengan cara guling-guling ke tanah.

“Awalnya orang itu pegang-pegang saya kemudian tiba-tiba tangan saya dicengkeram dan diseret tapi saya guling-guling ke tanah dan bisa lepas,” ujar Fino ditemui JurnalNews.com di rumahnya, yang hanya berjarak 50 meter dari lokasi kejadian, Kamis (18/5/2017).

Halaman SD Negeri 1 Kedungasri, tempat terjadinya upaya penculikan Fino dan Nizam. (Ir/JN)

Halaman SD Negeri 1 Kedungasri, tempat terjadinya upaya penculikan Fino dan Nizam. (Ir/JN)

Pelaku kemudian berganti mencengkram tangan kanan Nizam yang masih berumur 5 tahun, sepupu dari Fino. Melihat temannya diseret, Darma tak tinggal diam. Siswa kelas 2 SD ini langsung meraih tangan kiri Nizam dan terlibat aksi tarik menarik dengan pelaku cukup lama. Risma dan Irma yang tak jauh dari Darma ikut membantu melakukan perlawanan.

“Saya lihat Nizam diseret langsung saya gandoli tangannya Nizam, tarik-tarikan sama orang itu (pelaku). Saya dibantu Irma sama Risma. Orangnya saya tanya mau dibawa kemana Nizam malah senyum-senyum,” tambah Darma.

SeSaat tarik menarik antara pelaku dan Darma, datanglah Mbah Peno, tukang kebun sekolah sembari membawa cangkul dan sabit. Pelaku akhirnya melepaskan tangan Nizam dan langsung kabur menggunakan sepeda motor Jupiter MX warna silver. Saat kejadian situasi sepi karena sedang libur sekolah.

“Alhamdulillah anak-anak selamat, mungkin pelaku takut karena Mbah Peno datang bawa sabit dan cangkul. Padahal Mbah Peno mau bersih-bersih halaman musola SD,” tutur Karto, kakek dari Fino dan Nizam. (Ir/JN)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan