Perpadi Minta HET Beras Direvisi

Perpadi Minta HET Beras Direvisi
Pelantikan DPC Perpadi Banyuwangi. (Wt/JN)
Spread the love

Banyuwangi– Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Jawa Timur, meminta Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp 9 ribu perkilogram direvisi. Perpadi beralasan karena jenis beras sangat banyak.

Hal itu seperti yang disampaikan Dewan Pakar Perpadi Jawa Timur, Nelly Soekidi. Pihaknya mengaku menerima soal HET beras, namun pemerintah juga harus mempertimbangkan jenis beras. Menurutnya tidak bisa HET tersebut diterapkan untuk semua jenis beras. Harus dibedakan antara HET beras medium dan premium.

“Sekali lagi, kami pelaku usaha menerima HET itu. Tapi itu perlu direvisi karena di beras itu tidak bisa satu Rp 9000 untuk medium tapi juga beras premium karena jenis beras itu juga banyak,” jelasnya saat menghadiri acara pelantikan DPC Perpadi Banyuwangi, Rabu (26/7/2017).

Diakuinya HET yang diatur dalam Permendag bukan tanpa hitungan. Tetapi para pengusaha (Perpadi) juga punya hitungan sendiri. Harga beras juga mesti sesuai dengan zona atau daerah tertentu. Namun harapannya, harga beras tetap kondusif, asal pedagang, produsen dan konsumen bisa tersenyum

“Tentu ahlinya sudah menghitung-hitung, tapi kami pengusaha juga punya hitungan. Kalau mediumnya Rp 9 ribu itu sudah cocok. Tidak mungkin disamakan, harga beras di Jakarta dengan Papua misalnya. Atau beras Jawa Timur dengan Bangka. Ini yang juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

Perpadi berharap, pemerintah dapat merespon positif sehingga harga beras yang selama ini menjadi isu negatif dapat kembali kondusif. Pasalnya, menyangkut kepentingan bersama baik petani, pedagang maupun konsumen.

“Tentu isu di lapangan ini ada dampaknya. Tapi mudah-mudahan pemerintah merespon harapan pengusaha ini. Kami sudah mendapat respon, dalam waktu dekat ini HET dapat direvisi,” pungkasnya. (Wt/JN)

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan