Ada Kisah Dibalik Capaian Prestasi Adiwiyata Mandiri

Ada Kisah Dibalik Capaian Prestasi Adiwiyata Mandiri
Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tampo Supriono (baju batik) berpose dengan piala Adiwita Mandiri. (Ron/JN)
Spread the love

Cluring-SD Negeri 2 Tampo menjadi satu dari dua SD Negeri di Banyuwangi yang menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementrian Lingkungan Hidup. Bangga sudah barang mesti dirasakan seluruh keluarga besar akademiknya. Namun prestasi itu butuh pengorbanan.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tampo Supriono menjelaskan capaian Adiwiyata Mandiri itu sebenarnya buah kerja keras kepala sekolah sebelumnya. Pengelolaan tata ruang dan taman bunga juga saluran air, semuanya yang menata adalah kepala sekolah lama. Dia hanya tinggal melanjutkan program yang sudah berjalan.

“Saya Kepala sekolah yang baru hanya meneruskan pemeliharaan dan perawatan. Tetap menjaga dan memilihara penghijauan dan kebersihan lingkungan sekolah,” katanya dengan rendah hati saat ditemui JurnalNews.com, Kamis (10/8/2017).

Supriono sendiri mengaku baru 4 bulan menjabat Kepala Sekolah SD Negeri 2 Tampo. Keberhasilan itu juga kerja keras para peserta didiknya. Karena tidak mudah membangun kesadaran para siswa untuk selalu menjaga lingkungan sekolah.

“Paling tidak anak didik mulai sadar sejak dini untuk menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga ekosistem yang ada dilingkungan sekolah,” cetus pria yang tahun depan memasuki masa pension sebagai PNS guru.

Saat mendapat kabar menjadi juara Adiwiyata Mandiri tingkat nasional, perasaan Supriono antara bahagia dan juga sedih. Bahagia karena prestasi yang diakui secara nasional itu buah kerja keras. Sedih karena pada saat itu dia memikirkan biaya akomodasi dari Banyuwangi ke Jakarta (PP) yang dikeluarkan dari kantong pribadinya.

“Tapi akhirnya saya punya solusi, meski tidak ada ya diada-adakan, karena ini membawa nama baik Banyuwangi,” pungkasnya seraya tertawa.

Tiga sekolah di Banyuwangi yang mendapatkan penghargaan Adi wiyata mandiri dari Kementrian Lingkungan Hidup pada tahun ini diantaranya SMA Negeri 1 Giri, SD Negeri 4 Penganjuran dan SD Neveri 2 Tampo. Yang sebelumnya ketiga lembaga pendidikan itu meraih untuk ditingkat Kabupaten Propinsi Jawa Timur.

Penghargaan Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan yang diberikan Kementrian Lingkungan Hidup kepada sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Ada 4 kriteria penilaian, yaitu pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah.(Ron/JN)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan