BANYUWANGI – Program Sobo Deso yang ditayangkan oleh Jtv (Jawa Pos Televisi) membuat pemirsa teringatkan kembali ke masa lalu yang merupakan salah satu tayangan Program Desa keDesa dari salah satu stasion Televisi negeri. Selasa (31/10/2017).
Program yang sengaja Dikemas dengan versi bahasa jawa maupun etnis Banyuwangi yang mudah dan gampang dipahami dikalangan pemirsa.
Dari pengakuan sejumlah kepala desa salah satunya kepala desa temu rejo Fuad menyampaikan.
“Bahwa tayangan sobo Deso sangat berdampak pada kepercayaan masyarakat akan potensi yang selama ini banyak yang belum diketahui,” Terangnya.
Namun setelah dibedah melalui konten sobo Deso tayangan Jtv Banyuwangi.Timbul kebanggaan masyarakat bahwa didesanya memiliki potensi yang perlu dikenalkan kepada masyarakat, Seperti yang dipaparkan salah satu warga Desa Tampo,” Saya kalau lihat acara di Jtv tentang program Sobo Deso mengingatkan kemasa lalu,” jelasnya.
Sementara program sekolah yang mengupas prestasi baik Akademik maupun non Akdemik yang diraih oleh beberapa sekolah di Banyuwangi membuat Muhammad Iqbal Direktur Jtv punya ide membuatkan program.
Menurut Muhammad Iqbal Direktur Jtv Banyuwangi menjelaskan lewat program sobo Deso dan sobo Sekolahan Jtv Banyuwangi.
“Program tersebut secara langsung mampu menyuguhkan sebuah tontonan yang menarik dan menghibur serta Edukatif bagi masyarakat luas,” Jelas Direktur Jtv Banyuwangi Muhammad Iqbal yang juga allumni Mtsn Srono.
Program tersebut bekerjasama dengan WCNU Banyuwangi, Saat ini dua program tersebut sudah mencapai 20 episode.
Sekarang sangat dinanti dan ditunggu oleh beberapa Desa dan Sekolahan yang antri untuk menonjolkan potensi maupun prestasi melalui tayangan sobo deso dan dan sobo sekolahan di Jtv Banyuwangi. (Rony).


Komentar