PURWOHARJO – Walau cuaca sering turun hujan pengusaha ikan panggang (diasap) Saronik (48) tetap saja kebanjiran order, Selain menerima order juga langsung dijual kepasar tradisional yang ada di desa Tegaldlimo, 600 sampai 700 ikan panggang (diasap) japit yang siap dijual setiap harinya. Lokasi tersebut berada Di Dusun Bangkandel desa Sumberasri kecamatan Purwoharjo. Selasa (21/11).
Ada beberapa pasar yang disuplainya seperti pasar Genten, Tegaldlimo, Jajag dan Kradenan. Ikan yang dipanggang (diasap) jenis ikan Pari, ikan Tuna dan ikan kebel. Seperti yang dijelaskan oleh pengusaha ikan panggang (diasap) Saronik,” Yang kita proses ikan Pari,ikan Tuna dan Ikan Kebel jenis ikan tersebut dagingnya sangat lejat dan empuk juga tidak mudah hancur,” Terangnya.
Jenis – jenis ikan yang dipanggang (diasap) Saronik tidak sulit untuk mencarinya karena diBanyuwangi selatan ada beberapa tempat pelelangan ikan dan tempat tinggal Saronik ada diwilayah Banyuwangi selatan.
Menurut Saronik proses pemanggangan (diasap) tidak mudah untuk menjadikan ikan asap yang terlihat bagus dan cantik serta tahan lama, harus memakai bahan bakar dari kayu randu atau janggel jagung.
Proses pemanggangan (diasap), dibantu oleh istri dan saudaranya, Pengasapan memakan waktu hampir seharian penuh, mulai mencari ikan segar sampai ikan siap jual, Diawali jam 05.00 sampai 19,00 dan keesokan harinya baru dibawa kepemesan juga dijual sendiri kepasar.
Ikan asap jika dimasak santan rasanya sangat enak, Selain dimasak dengan santan masyarakat juga sering memasaknya dengan cara bumbu pedas kemangi, Kandungan gisi pada Ikan asap cukup baik untuk anak – anak juga orang dewasa. (Rony).


Komentar