oleh

Hasil Dari Mediasi, Akhirnya Kandang ayam di Tampo Ditutup.

CLURING – Beberapa perwakilan warga Dusun Krajan Desa Tampo datangi kantor desa, guna penyelesaian kandang ayam yang disoal karena lalat masuk kampung, hasil dari pada mediasi akhirnya kandang ditutup oleh petugas trantib kecamatan Cluring. Selasa (02/01/2018).

Mediasi tersebut dihadiri oleh Kasi Pemerintah dan ketertiban kecamatan Cluring, Kepala Desa, Kepala Dusun dan warga dusun Krajan Desa Tampo.

Dari hasil musyawaroh didesa, bahwa warga bersih kukuh agar kandang ayam milik pak Sis yang beralamat dijalan sawah peh, dusun krajan desa Tampo harap ditutup.

“Kami berharap kepada trantib dan pak lurah, agar kandang ayam itu ditutup,” terang warga Unik Saputra saat dikantor desa.

Sementara Sis pemilik pengusaha peternak ayam mengaku bahwa sudah beberapa kali, tidak pernah disemprot obat untuk menghilangkan lalat.

“Sebenarnya saya sudah siapkan obat untuk menghilangkan lalat tapi anak buah saya yang malas mengerjakannya, dan saya tidak tahun karena saya juga jarang kekandang,” jelas Sis pemilik usaha ayam.

Saat ditanya mengenai ijin lingkungan dan ijin usaha Sis menjelaskan,”masalah ijin kata yang punya kandang (kasturi) kandang itu sudah kumplit ijinnya, maka saya mau untuk menyewa dan saya sewa 15.000.000 pertahun,” jelas Sis saat ditemui wartawan.

Sementara Kasi Pemerintah dan Ketertiban Kecamatan Cluring Ir. Sugiono menjelaskan,” setelah kita pertimbangkan keluahan masyarakat dan ternyata pengusaha tidak bisa menunjukan ijinnya keputusan ini bahwa mulai saat ini ditutup,” ucap Sugiono.

Situasi dilokasi kandang saat ini masih dikrumuni lalat, karena kandang yang sudah kosong masih menyisakan kotoran ayam yang dijadikan sarang lalat yang terus saja bertelor.

Warga sekitar kandang terus mengeluh, agar kandang yang sudah kosong supaya disemprot obat anti lalat agar tidak terus menerus beterbangan ke perkampungan.(Rony).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *