BANYUWANGI – Pendik Riyatno (32), Seorang Wartawan Media Televisi Surabaya BBS TV yang bertugas di Banyuwangi diusir dan didorong oleh salah satu SatPol PP saat menjalankan tugas Liputan Festival Angklung Caruk 2018 di Gesibu Balambangan Banyuwangi, pada Sabtu malam (17/02/2018) kemarin.
Saat itu, Pendik lagi berbincang sesama kawan sepropesinya, tiba-tiba se-Grombolan SatPol PP langsung mendekat dan menghampirinya, seketika itu Pendik diusir dan didorong tanpa alasan yang jelas. Minggu (18/02/2018).
“Saya lagi berbincang sama kawan, tiba-tiba SatPol PP mendekat dan mengusir dan mendorong saya,” jelas Pendik Riyatno.
Tidak hanya diusir, salah satu petugas SatPol PP menanyakan kelengkapan alat liputan sambil melotot,” mana cameramu..! Lalu saya keluarkan handycamp untuk saya perlihatkan kepada mereka, namun tetap saja saya disuruh keluar,” cerita Pendik.
Tidak berhenti disitu, Pendik juga didatangi Yane Komandan Siaga PolPP Banyuwangi sambil melotot dan mengucap dengan nada keras,” saya didatangi Komandan PolPP Pak Yane, dengan nada keras sambil melotot melontarkan kata-kata yang tidak seharusnya di ucap, kenapa..! kamu ngak terima,” jelasnya.
“Pergi kamu dari sini, sambil mendorong saya,” tambah Pendik.
Sementara, Khoirul Hamdani penasehat Jurnalis Muda Banyuwangi (Jurdawangi) mengutuk keras kejadian itu,” Kepala SatPol PP Banyuwangi harus klarifikasi permasalahan ini agar tidak terulang kepada Wartawan lain,” jelasnya. (Rony).


Komentar