Banyuwangi, Jurnalnews.com – Warga Desa Sidowangi dan Desa Bajulmati melaksanakan selamatan sebagai tanda dimulainya pemugaran dan renovasi jembatan perbatasan yang menjadi akses vital penghubung kedua desa, pada Rabu (3/6/2026).
Jembatan tersebut diketahui mulai mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan masyarakat yang setiap hari melintas. Karena itu, warga berinisiatif melakukan renovasi secara swadaya demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Sidowangi, Muansin mengatakan, pembangunan jembatan dilakukan atas kesepakatan masyarakat yang merasa akses tersebut sangat penting bagi aktivitas warga.
“Jembatan perbatasan ini sudah mulai rusak dan dikhawatirkan sangat membahayakan masyarakat yang melintas. Karena jembatan ini merupakan akses yang dibutuhkan warga Desa Sidowangi, maka masyarakat sepakat membangun secara swadaya dan panitia pelaksana telah mengumpulkan dana sumbangan dari warga,” ujar Muansin.
Menurutnya, anggaran renovasi jembatan diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta. Untuk mendukung pembangunan tersebut, warga Desa Sidowangi sepakat memberikan iuran sebesar Rp100 ribu per kepala keluarga.
“Karena ini merupakan harapan masyarakat, kami dari pemerintah desa hanya memberikan dukungan penuh. Sebab pengajuan pembangunan jembatan ke pemerintah hingga kini belum ada kejelasan, padahal sebenarnya lokasi ini sudah pernah ditinjau oleh Bupati,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bajulmati, Achmad mengaku pihaknya tidak diajak bermusyawarah terkait rencana renovasi jembatan tersebut. Meski demikian, dirinya tetap mendukung upaya perbaikan karena jembatan tersebut merupakan akses penting di wilayah perbatasan kedua desa.
“Ya kami tidak diajak musyawarah, meski demikian saya tetap mendukung karena jembatan ini merupakan perbatasan desa. Namun seandainya dapat ditunda dulu, kami ajukan dana dan nanti dikerjakan bersama antara Bajulmati dan Sidowangi,” jelasnya.
Achmad berharap jembatan yang dibangun nantinya memiliki konstruksi yang lebih kuat, kokoh, dan lebih lebar agar dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, termasuk kendaraan pengangkut hasil pertanian warga.
“Jembatan harus kuat karena yang melintas kendaraan bermuatan hasil tani, jangan asal-asalan. Namun jika memang terpaksa harus dikerjakan sekarang, saya tetap mendukung dan juga akan ikut menyumbang,” pungkasnya. (Venus).


Komentar