10 Ribu Bisa Belanja Lauk Atau Kue Tradisional Di DBNK Desa Glagah

10 Ribu Bisa Belanja Lauk Atau Kue Tradisional Di DBNK Desa Glagah
Foto: Situasi di pasar bengi desa Glagah.
Spread the love

BANYUWANGI – Dodolan (pasar) bengi menjual berbagai makanan jadi, seperti lauk pauk dan kue. Pedagang sebagian banyak masyarakat kampung sekitar. Senin (10/02/2020).

Mereka berjualan pada waktu malam hari, jika siang sebagian pedagang sibuk pada pekerjanya masing – masing. Berbagai makanan seperti lipat lodoh,nasi golong,nasi kuning, nasi tempong denga berbagai jenis lauk dan kue tradisional semua diperdagangkan.

Kegiatan tersebut ditengah kampung, tepatnya di Dusun Glagah Desa Glagah Kecamatan Glagah. Banyuwangi. Beroperasi setiap Minggu Malam Senin, Pasar tersebut mulai dibuka pada awal Januari 2020 lalu. 

Dodolan Bengi Ning Kampung (DBNK) terwujut dari gagasan kepala Dusun Glagah, Basri dan diketuai Indras Herdianto.

Menurut Basri ide pasar bengi itu adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Glagah dan mengenalkan kuliner Glagah kepada masyarakat Banyuwangi dan juga wisatawan lokal maupun

“Selain menambah penghasilan warga, Saya ingin ada peninggalan sebelum pensiun jadi perangkat desa, “ ucap Basri.

Ternyata masyarakat Glagah guyup dan mau berpartisipasi untuk meramaikan pasar ini dengan ikut berjualan. Banyak pengunjung datang untuk menikmati kuliner khas Glagah ini yang harganya murah.

Menurut ketua pengurus DBNK, Indras Herdianto. “Sampai saat ini yang berpartisipasi menjadi penjual sebanyak 57 orang, pasar ini lumayan ramai dengan jualan murah meriah harga maksimal  Rp 10.000.” Katanya.

Sementara itu, penjual kopat lodoh dan lepet Suroso dan isterinya sudah merasa bersyukur dari hasil jualannya tiap malam Senin ada keuntungan yang lumayan untuk upah capeknya selama berjualan.

“Alhamdulillah dari hasil jualan Saya kopat lodoh dan lepet ini ada keuntungan yang lumayan sebagai ongkos upah kerja, “ungkap Suroso.

Sumiyati sebagai penjual Nasi Golong ini juga mengatakan

dengan jualan nasi golong dan juga minuman jus ini ada laba yang bisa dibawa pulang bersama ibunya.

“Nasi Golong yang Saya jual bersama ibu ini lumayan laris dan telah memberi keuntungan ketimbang nganggur di rumah,” tutur Sumiyati. (Usik/Rny//JN).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan