BANYUWANGI – Tempat penimbunan sampah sementara (TPS) di Dusun Krajan Desa Tampo Kecamatan Cluring terancam tutup. Kamis (19/03/2020).
Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang perlu waktu, karena warga yang membuang sampah juga harus memikirkan bagaimana kelangsungan biaya oprational.
Di Desa Tampo, Dusun Krajan muncul Relawan yang peduli terhadap lingkungan (RAPEL), Rapel adalah pemuda tampo krajan yang peduli terhadap lingkungan.
Mereka mewujutkan tempat pembungan sampah dan RTH. RTH ditengah kampung yang bertujuan mengangkat perekonomian masyarakat kecil agar bisa berjualan diarea RTH.
“Kami wujutkan pembuangan sampah, nantinya juga pengolahannya agar bisa sedikit ada pendapatan yang nanti bisa membiayai oprationalnya.” Jelas Ketua RAPEL Handoko Kusumo.
Handoko menambahkan, “ jika masyarakat sendiri tidak sadar lingkungan kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, seperti tidak mau ikut menanggung beban biaya oprational.” Ucapnya.
Kegiatan pembuangan sampah sendiri berjalan sudah 13 bulan, awalnya hanya ada 22 tong sampah dari hasil swadaya anggota Rapel.
Kemudian dibantu oleh pemerintah desa sebanyak 16 tong sampah, pemerintah desa juga membantu fasilitas berupa bangunan TPS dan kendaraan pengangkut berupa motor Tosa.
Saat ini program mulia itu kekurangan asupan dana oprational untuk bahan pembakar sampah dan tong sampah juga perawatan serta bensi motor tosa dan juga tenaga kerja. (Rony//JN).


Komentar