BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Banyuwangi mulai melakukan simulasi pelayanan kunjungan tahanan dan narapidana saat pandemi COVID 19. Protap antisipasi penularan COVID-19 pun dilakukan, bagi para pembezuk sebelum dan di dalam ruang kunjungan Lapas paling ujung Timur Pulau Jawa ini.
Simulasi dilakukan oleh petugas dan warga binaan Lapas Kelas II A Banyuwangi, Senin (15/6/2020). Pengunjung yang masuk pertama kali wajib mencuci tangan. Ada 4 lokasi tempat cuci tangan di luar gedung Lapas. Pendaftaran pengunjung dan kursi tunggu juga diberi tanda jarak untuk physical distancing.
“Kita sudah melakukan simulasi pelayanan kunjungan di Lapas Banyuwangi. Protap COVID-19 kita berlakukan disini,” ujar Ketut Akbar Heri Achjar, Kepala Lapas Kelas II A Banyuwangi.
“Pembukaan pelayanan kunjungan warga binaan kita menunggu instruksi dari Kemenkum HAM,” tambahnya.
Pemeriksaan ketat dilakukan oleh petugas Lapas. Mulai dengan pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, pengunjung wajib bermasker dan tidak ada kontak antara pengunjung dan warga binaan.
“Karena kita sediakan tempat yang berbatasan antara pengunjung dan warga binaan. Selain itu kita juga pembatasan jumlah pengunjung,” tambahnya.
Lapas Kelas II A Banyuwangi membatasi pengunjung lebih dari separo jumlah pengunjung pada 3 bulan lalu. Biasanya pengunjung di Lapas Banyuwangi sekitar 500 orang perhari. Kini ditetapkan jumlah pengunjung yang bisa datang hanya sekitar 200 orang. Itu pun hanya keluarga inti dari warga binaan Lapas.
“Hanya dua orang dari keluarga inti. Jadi mohon maaf jika ada pembatasan ini. Kita wajib saling menjaga kesehatan warga binaan di Lapas ini,” tegasnya.
Sementara itu, penerapan protap antisipasi penularan COVID-19 di Lapas Kelas II A Banyuwangi diiringi juga perubahan dan perbaikan ruangan dibeberapa sudut gedung Lapas. Diantaranya adalah ruang tunggu kunjungan baru yang menerapkan physical distancing, smoking area, ruang laktasi dan Kids corner. Beberapa ornamen juga diwarnai dengan simbol dan ukiran seni khas Using (suku khas Banyuwangi).
“Untuk ruang laktasi dan Kids Corner sementara tidak kita fungsikan. Karena untuk menjaga kesehatan dan adanya pelarangan anak masuk ke Lapas juga. Ini untuk antisipasi penularan COVID-19 juga. Sementara juga kita tambah ruang isolasi untuk pengunjung yang memiliki suhu tubuh diatas 37 derajat,”pungkasnya. (Rny/tim//JN).


Komentar