BANYUWANGI – PT Bumi Suksesindo (BSI) secara resmi memulai program Green Operator Trainingdi site Tujuh Bukit per Juli 2020. Peluncuran program pelatihan ini dilaksanakan di Kantor External Affairs PT BSI. Sabtu (04/07/2020).
“Kami menyeleksi warga terdekat dengan perusahaan dan karyawan level nonstaf (helperatau crew) yang berperilaku baik, bertekad kuat, dan berkeinginan menjadi operator alat berat di pertambangan,” kata Manager Human Resources PT BSI, Adi Firdaus.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tahun ini perusahaan memutuskan menggelar program pelatihan kerja atau on job training (OJT) untuk kebutuhan operator alat berat. Meskipun jumlah peserta dibatasi, minat masyarakat untuk mendaftar dan mengikuti seleksi cukup tinggi.
Dari 72 pendaftar yang mengikuti seleksi, terpilih enam orang terdiri atas tiga wanita dan tiga laki-laki untuk mengikuti program pelatihan selama dua tahun.
Peserta program ini dipilih dari mereka yang benar-benar pemula, yang sama sekali belum menguasai perihal alat berat. “Trainer kami akan melatih mereka sampai menguasai alat berat sekaligus aspek-aspek keselamatan yang dibutuhkan,” kata Adi.
Saat ini hanya ada seorang operator wanita aktif di site Tujuh Bukit, sehingga keikutsertaan peserta wanita dalam program ini bisa menambah jumlahnya sekaligus menunjukkan bahwa wanita juga bisa mengerjakan pekerjaan laki-laki.
Selama masa pelatihan, peserta ini mempelajari teknik-teknik dasar pertambangan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dan pengoperasian alat berat: khususnya articulated dump truck (ADT).
Hasilnya, mereka diharapkan dapat membentuk pekerja yang terlatih serta berdedikasi tinggi dalam pekerjaan dan penerapan K3.
Sementara itu, Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono menjelaskan program ini sangat strategis bagi perusahaan karena menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di sekitar lokasi tambang sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan.
Sebelumnya, program sosial perusahaan diarahkan pada delapan bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM): pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, dan infrastruktur.
“Ini merupakan program perdana di BSI. Semoga bermanfaat bagi para peserta dan keluarganya,” kata Sudarmono.
PT Bumi Suksesindo (BSI) merupakan perusahaan pertambangan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), berdasarkan Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 188/547/KEP/429.011/2012 tanggal 9 Juli 2012. PT BSI telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) seluas 4.998 ha.
Terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur dengan kegiatan utama saat ini berfokus pada unit bisnis produksi emas dan tembaga di Tujuh Bukit Operations atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tumpang Pitu.
Kualitas sumber daya mineral pada Tujuh Bukit Operations diakui negara sebagai aset dengan nilai sangat strategis. BSI kemudian ditetapkan sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) pada tanggal 26 Februari 2016.
PT BSI memulai produksi pada lapisan oksida dengan penambangan bijih (ore) perdana pada tanggal 1 Desember 2016 sekaligus menandai peralihan kegiatan perusahaan dari tahap konstruksi ke tahap operasi produksi.
Dengan menerapkan konsep green mining, semua aktivitas di tambang emas Tujuh Bukit terbuka untuk kepentingan publik sesuai batasan peraturan perundang-undangan.
Pelaksanaan aktivitas teknis, operasional, administratif dan hubungan eksternal lainnya dilakukan oleh PT BSI dengan melibatkan 2.366 karyawan di mana 99% adalah WNI dan 63% lebih merupakan warga lokal Banyuwangi, dan 43% adalah warga Ring 1 Pesanggaran. (Rny/tim//JN).


Komentar