oleh

On The Spot “Menggambar Tiga Model”

On The Spot ” Menggambar Model ” Tiga Pelukis yang sedang berpameran di Hore Angkringan & Apresiasi di masa beberapa kebiasaan baru, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Aksi melukis on the spot para seniman ini mendapat respon positif dari para pecinta dan tamu Hore angkringan & apresiasi malam itu. Mereka sengaja datang langsung untuk melihat proses dan hasil dari lukisan tersebut.

Suasana Hore Angkringan & Apresiasi begitu meriah malam itu dihadiri 50 an orang, dalam kegiatan on the spot melukis Pengelola menggelar acara melukis on the spot dengan mengangkat tema “Menggambar Model” untuk meramaikan pameran “Do It ” Jumat malam, (13/03 /2021).

IMG-20210314-WA0044

Ketiga pelukis itu memilih model gadis Cantik dengan lincah mereka memainkan kuas, palet pada masing-masing kanvas, atau goresan crayon diatas kertas dan kanvas . “ Menggambar Model ” model cantik Dita duduk diam berpose tersenyum menggambarkan harapan baru sebuah kehidupan.

Menurut N. Kojin, 56 tahun, perupa Banyuwangi, saat ini berjuang ditengah pandemi. Berbagai upaya dilakukan, termasuk membantu pelukis yang berimbas ditengah pandemi. Salah satunya dengan cara menggelar penjualan lukisan secara online. Tak hanya itu, kegiatan lelang pun juga dilakukan untuk membantu Perupa terdampak virus Corona atau Covid-19.

IMG-20210314-WA0047

“Terus kita lakukan inovasi dengan jualan online dan lelang. Kami harap pemimpin ke depan memiliki kepedulian terhadap perupa,” katanya.

Ditambahkan Aris Sugiartha, salah seorang penggagas acara itu, mewakili perupa Banyuwangi dirinya berharap dibutuhkan kegiatan seperti ini secara terus menerus, seperti saat ini untuk meramaikan kegiatan pameran lukisan hendaknya digelar tak hanya setahun sekali.

“Bupati Anas adalah pemimpin yang selama ini memberi ruang kepada para pelukis Banyuwangi dengan even banyak pameran dalam agenda festivalnya, Saya harap bu Ifuk sebagai penggantinya melanjutkan tongkat estafet ini dengan memenuhi yang diperlukan seperti ruang pamer khusus untuk memajang karya para perupa Banyuwangi, hal ini sangat diperlukan untuk pengembangan SDM dan kegiatan rutin yang selalu ditunggu oleh perupa Banyuwangi,” ujarnya

“Ini merupakan momen yang luar biasa, mengadakan acara demo lukis sekaligus mengenalkan kepada masyarakat tentang berbagai aliran lukisan, ” kata Kjn. Ilham peserta pameran yang malam juga ikut on the spot. Berbagai macam aliran lukisan dipraktikkan oleh ketiga pelukis tersebut. Diantaranya aliran realis spontan, realis eskpresif, dan realis sketsa. Untuk satu lukisan on the spot ini para seniman membutuhkan waktu sekitar satu jam an, “pungkasnya.

Sementara Robyn owner Hore, dirinya sangat mengapresiasi dan menyatakan komitmentnya untuk selalu mendukung kiprah para seniman lukis dari berbagai penjuru Banyuwangi untuk berpameran, gesah dan diskusi seni rupa on the spot seperti malam ini, Kami juga berencana melukis dengan model-model yang lain untuk dipamerkan di tempat ini secara simultan.

“Even-even kecil berkualitas yang penting keajegannya, memang perlu waktu untuk proses selanjutnya sehingga nanti dari Hore angkringan & apresiasi ini akan lahir karya-karya yang diperhitungkan ditingkat Global, “harap Robyn.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *