oleh

Tandon Air Bernilai Ratusan Juta Di Desa Sembulung Mangkrak, Diduga Warga Enggan Disaluri Air

BANYUWANGI – Pengadaan air bersih di Desa Sembulung Kecamatan Cluring diduga tidak tepat sasaran, proyek yang memakai uang negara bernilai ratusan juta justru mangkrak tidak berguna.

Diketahui Proyek tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (Provinsi jawa timur) pada tahun 2017. Sampai saat ini anggaran yang dipergunakan belum diketahui jumlahnya.

Disebabkan papan proyek milik CV yang mengerjakan tidak pernah terpasang sejak awal bangunan itu dikerjakan.

Kepala Desa Sembulung Suprayitno (52), menyebut dirinya tidak mengetahui besaran sumber dana yang dipakai sebab kala itu dirinya belum menjabat Kepala Desa.

“Jika saya ditanya soal anggaran proyek tandon air itu saya tidak bisa menjelaskan karena saat itu saya belum menjadi Kepala Desa.” Ucapnya.

Tandon air yang dibangun dibelakang kantor Desa Sembulung tersebut telah berdiri kokoh, selain itu fasilitas seperti listrik sudah terpasang. Pipa induk dari tower sudah dipasang ke tiga penjuru mengarah kedusun – dusun.

Menurut warga Dusun Krajan Desa Sembulung Lutfi (48), diwilayah desanya air sumur warga selain jernih hampir tidak pernah kering walau dimusim kemarau panjang.

“Sumur kita ngak pernah kering walau musim kemarau, air sumur kita selalu bersih. Menurut saya tower air yang dibangun dibelakang kantor desa itu salah tempat.” Terangnya.

Masih kata Lutfi, kebanyakan warga enggan disalurkan air bersih milik pemerintah, mereka merasa nyaman dengan air disumur milik sendiri.

“Warga disini enggan menerima pasokan air, sebab air disini sangat bersih. Apalagi air yang disalurkan kerumah kita nantinya harus bayar, jelas kita ngak mau.” Ujarnya.

Dilokasi tower air, kini kondisinya kurang terawat selain cat tembok tandon air sudah banyak yang mengelupas. Tandon air diduga sudah mulai retak. (Ron//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *