oleh

PENYULUHAN KETAHANAN PANGAN BEKALI 50 UMKM URUS PIRT

Spread the love

Banyuwangi: Penyuluhan Keamanan Pangan Angkatan II Tahun 2021 diikuti 50 pelaku UMKM berlangsung dengan prokes ketat di Aula Dr. M. Rasyad Oesman Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Senin  (21-22/6/2021).

Hari pertama hadirkan pembicara utama Kepala LOKA B-POM Jember Dra. Any Koosbudiwati, Apt yang banyak menjelaskan regulasi tentang produsen makanan,prosedur perijinan, akun Ayo Cek KLIK BTP serta perlindungan konsumen.”Tak semua harus ke BPOM dan urus PIRT, ada ketentuannya.Serta mana Bahan Tambahan Panganan yang berbahaya dan alami serta kode produksi edar dan kadaluwarsanya.

IMG-20210623-WA0002

“Hendaknya semua hati-hati dan bijak, “tutur Bu Any yang sampaikan materi berat dengan ringan serta berbagi masker bagi yang bertanya dan menjawab pertanyaan.

Di hari kedua, dari Pemkab sebagai Pembina IKM dan UMKM yang kali ini sampaikan materi Hidri Sukma Wardhana yang berkantor di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian. Hidri banyak menjelaskan ragam inovasi Bupati dalam melayani UMKM misal rumah kreatif yang bantu marketplace, ongkir gratis dan belanja ASN serta pelatihan maupun fasilitasi kementrian berbagi alat bantu produksi UMKM.

IMG-20210623-WA0003

“Database di kami ada 19 ribu lebih IKM termasuk UMKM, tentunya Bupati dan ASN yang terbatas tak bisa melayani semua sesuai harapan masyarakat. Karenanya ikutlah asosiasi atau forum UMKM, karena kami koordinasi dengan Ketuanya yang harapannya segenap informasi bisa diinfokan ke anggotanya, ” tutur Hidri seraya berikan nomer ponselnya ke peserta yang terpana dengan paparannya dan masih butuh konsultasi untuk bisa naik kelas ilmu dan pemasaran dagangannya.

Sementara Narasumber dari Dinkes yakni Amrullah dan Winanto, SE,M.Si,  dari Kesehatan Limgkungan,Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga serta Plt Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi banyak menjelaskan prosedur, sandart label, serta temuan lapangan saat tinjau dapur produksi UMKM.

“Ada tanggungjawab bersana untuk jaga hiegines, kualitas, rasa serta menjaga norma yang berlaku, ” tambah Winanto yang juga Pembina Forum Banyuwangi Sehat (FBS)

Dari 50 peserta itu terjaring dari aplikasi UMKM Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan,Bunga Desa saat Bupati inap Desa, Daftar usaha di mall pelayanan atau langsung konsultasi ke Dinkes.

Ada 2 peserta terjauh dari Sarongan yang berangkat dini hari dan inap di kerabatnya di Srono untuk tepat waktu di hari kedua.

“Kami bersyukur dan terima kasih pada Tuhan dan panitia bisa diundang gratis di acara penting ini, ‘ungkap Sri Antini yang punya usaha kue kering dan buat VCO setelah pandemi melanda.

Sempat pula jual busana babebo.

“Sebelum pandemi kami aktif di taman baca yayasan.Karena dilarang berkerumun,kami tak ada kegiatan dan penghasilan, ” ungkap wanita yang satu kakinya diamputasi karena kecelakaan sambil kenalkan temannya se desa yang usaha rengginang, Siti Kadariyah.

“Saran narasamber untuk ikut asosiasi dan tetap masuk grup peserta untuk terus belajar dan kembangkan pasar, kami akan ikut asosiasi Sinergi UMKM Gotong-royong’45 yang tampaknya guyub dan empati ke kaum diffabel dan yang baru rintis usaha, ” tambah Puji Winarsih, penyandang tuna daksa kelahiran Songgon yang juga tergabung di PPDI dan Aura Lentera juga. (Bung Aguk)