oleh

GELAR FGD, BAPPEDA KABUPATEN BANYUWANGI WUJUDKAN SINERGISITAS MELALUI RPKP SELINGKAR SUKOMADE

Spread the love

“Apresiasi yang luar biasa” begitu yang disampaikan oleh Peserta kegiatan FGD. Apresiasi ini tidak lain adalah buah dari kerja keras Bappeda Kabupaten Banyuwangi Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi telah menginisiasi dan mendorong Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) dengan mengembangkan Kawasan Perdesaan selingkar Alas Purwo dan Kawasan Selingkar Sukamade. Kegiatan FGD ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu Rabu, 23 Juni 2021 Ruang Rapat BAPPEDA Lt. III Banyuwangi, FGD Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Selingkar Alas Purwo, hari Kamis, 24 Juni 2021 dilakukan secara online melalui aplikasi zoom, terkait FGD Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Selingkar Sukomade, Kamis (24/06).

Peserta FGD terdiri dari unsur akademisi, Pendamping Desa dan SKPD terkait antara lain : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Banyuwangi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Banyuwangi, Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Banyuwangi, Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Pemukiman Kab. Banyuwangi, Dinas PU Pengairan Kab Banyuwangi, Dinas Koperasi, UM dan Perdagangan Kab. Banyuwangi, Dinas Perikanan Kab. Banyuwangi, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesra terkait, BPKAD Pengawas Taman Nasional dan, Tenaga Pendamping Kawasan Pedesaan dan Bidang-Bidang Bappeda.

IMG-20210624-WA0076

Narasumber dalam kegiatan FGD Titov Chuk’s Mayvani, SE., ME (Akademisi Universitas Trunojoyo Madura/UTM), dan Nur Mahmudi, S,Pd (Pendamping Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa) dan dipandu oleh Daru Surya Putra, SE (Bappeda, Kasubbid Pemerintahan dan sosial budaya).

Menurut Titov Chuk’s Mayvani, SE., ME menyampaikan bahwa “ banyak potensi desa melalui pertanian, peternakan dan perikanan dapat dikembangkan menjadi Agroindustri, Agrowisata, Wisata dan Edukasi. Melalui Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP), selama 5 tahun pembangunan kawasan Perdesaan Selingkar Sukomade dapat terwujud. Untuk mewujudkan hal tersebut ada dengan meningkatkan Penguatan Sumberdaya Kawasan, Penguatan Identitas Spasial Wilayah Kawasan dan Akselerasi aktivitas ekonomi Kawasan.

Titov juga menekankan bahwa “Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) dibutuhkan strategi dengan mensinergikan kerjasama Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa, Masyarakat, dan Swasta. Sinergisitas adalah kunci dari implementasi RPKP ini, ” Kata Dosen di Universitas Trunojoyo Madura.

IMG-20210624-WA0074

Nur Mahmudi, S,Pd Pendamping Kawasan Pedesaan, Kementerian Desa, saat dikonfirmasi oleh jurnalnews bahwa “Kabupaten Banyuwangi termasuk bagian dari 62 wilayah Kawasan Perdesaan Perioritas Nasional (KPPN). Ada dua tahap pengembangan kawasan perdesaan, tahap pertama: Kawasan Perdesaan Selingkar Gunung Ijen yang difokuskan kepada kawasan perdesaan agrowisata ijen pada 14 Desa di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Licin, Kecamatan Glagah dan Kecamatan Kalipuro. Tahap kedua adalah inisiasi dan dorongan Bappeda melalui Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) dengan mengembangkan Kawasan Perdesaan selingkar Alas Purwo dan Kawasan Selingkar Sukamade dengan melibatkan akademisi dan tenaga ahli.
FGD RPKP ini kolaborasi akademisi, Pendamping desa dan SKPD terkait agar nantinya bisa digunakan oleh Kepala Desa dalam melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk pengembangan wilayahnya,”Ungkapnya.

Nur Mahmudi juga menambahkan melalui RPKP inilah harapannya ada evaluasi setiap akhir tahun guna mengetahui progresnya.

Memulai sesi diskusi, kesempatan pertama diberikan kepada Riyono, Kepala Desa Kandangan menyampaikan “Banyak yang harus dikerjakan misalnya infrastruktur dan sebagainya. Hal ini dapat dapat dikerjakan sendiri tanpa dukungan semua pihak dalam hal ini termasuk pemerintah daerah agar lebih serius. Saya siap untuk melaksanakan tugas demi kebaikan masyarakat banyuwangi kedepan,” Kata Ketua BKAD Selingkar Kawasan Sukamade.

Menurut Iswanto, S.Pd, (Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi) bahwa “ Banyak upaya yang dilakukan oleh Disbudpar Banyuwangi misalnya diklat dan pelatihan yang berhubungan dengan wisata. Dalam upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi dibutuhkan inovasi-inovasi, senergisitas , berkolaborasi dan strategi dalam mewujudkan desa wisata serta menghidupkan ekonomi masyarakat, maka keterlibatan masyarakat sangat penting termasuk terwujudnya UMKM Naik kelas”

Iswanto menambahkan bahwa “Komitmen Organizer dibutuhkan superteam antara Kepala Desa, Pokdarwis, BUMDES, dan Taman Nasional, dengan sinergisitas semua akan tercapai dalam mengembangkan desa wisata termasuk kesejahteraan masyarakat,” Tambahnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Suminten, S.IP, (Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan) dan Ahmad Solichin, SE, (Kasi Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa dan Kerjasama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, memiliki pemikiran yang sama bahwa kunci Pembangunan Kawasan Perdesaan Selingkar Sukomade dengan melibatkan semua pihak untuk saling bersinergi. (Miskawi Kebangsaan).