oleh

PENGEMBANGAN UMKM-PELATIHAN MENGOLAH KOPI BAGI PENYANDANG DISABILITAS TULI & DAKSA oleh PATNERSHIP AURA LENTERA & USAID MITRA KUNCI

Spread the love

Bagaimana pelatihan bila pesertanya tuli dan cacat fisik? Itulah kekhususan nya saat mengonsep, menerapkan dan pelaksanaan.

“Sehari-hari kami sudah mendampingi mereka, namun begitu ada tawaran lembaga peduli Diffabel Mitra Kunci yang berarti formal, terdokumentasi, terbatas serta terhitung dan terukur standart funding, ya harus menyesuaikan, ” tutur Ketua Panitia Indah Catur Cahyaningtyas yang suaminya tunanetra namun mempunyso keahlian khusus di bidang musik dan IT.

IMG-20210626-WA0011

“Kami memantau selama ini komunitas aura lentera bergerak dan berbuat dengan swadaya dan mempunyai kemanfaatan untuk kaum diffabel, khususnya lewat Mas Novian Moca Coffe didukung Camat Lutfi yang mengajari kaum tunarungu yang tergabung di Komunitas Tuli Banyuwangi (Taliwangi) untuk belajar menjadi barista. Yang didalamnya mulai meracik kopi sampai dengan cara menyajikan kemudian mereka diberi rombong untuk berwirausaha di kawasan gedung tua Pantai Boom Marina. Lembaga kami tertarik untuk membekali managemen, promosi marketplace serta penampilannya untuk setara, ” Ungkap Fasilitator Mitra Kunci Usaid, Tunggul Harwanto, Ners, M.Kes, saat sambutannya seraya berharap kelanjutannya terus bersinergi menjaga higienis, regulasi usaha, dan pemasaran hingga kesejahteraan mereka meningkat.

IMG-20210626-WA0009

“Ayo terus belajar dan mau membaca, ” tambah penggiat Rumah Literasi ini.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro & Perdagangan yang diwakili Kasie Ir. Din Eka Pratiwi terharu dengan suasana pelatihan yang diawali dengan menyanyi lagu Indonesia Rayadengan menggunakan bahasa isyarat. kemudian saat sambutannya diterjemahkan oleh Juru bahasa Isyarat.

Bupati Ipuk juga mengingatkan kami untuk selalu atau jangan lupakan kaum diffabel dalam setiap program. Monggo kita diskusi bila ada yang butuh pinjaman modal atau bantuan alat kerja, Sedang Ketua Aura Lentera, Nurhadi Windoyo saat diwawancarai media yang meliput acaranya menyampaikan selain ucapan terima kasih pihaknya berharap kepedulian dan donasi ini berkelanjutan.

“Kami juga manusia yang bermartabat dan setara untuk Indonesia Jaya, “ungkapnya.

Acara yang berlangsung di Kedai Serawung Etalase, Kamis (24/6/21) itu menghadirkan Narasumber Didik Sugianto dari Dream Fotografi Sinergi Media yang menyampaikan materi Tingkatkan Omset lewat Sosmed dengan packaging yang bagus. Materi yang langsung menerapkan kegiatan praktek mengsmbil gsmbar produk melalui foto dzn edit di HP. selanjutnya trik bagaimana promosi melalui fb, ig atau berbagai grup WA.

“Yang minat dan bakat, kami siap melatih dan menerima sebagai karyawan, “tuturnya.

Pimpinan Perusahaan Majalah Keboendha, Nur Prasetyo, S.Sos, M.Si, membekali peserta cara menghitung harga produksi dan penjualan.

“Jadi secangkir kopi gunting dan giling harganya beda karena ada perbedaan item yang timbulkan biaya. Belum lagi ditambahkan promosi, sewa tempat atau gaji diri maupun karyawan. Maka wajar di cafe secangkir bisa 17 ribu, ” tukas Pras, panggilan akrab Dekan FE UBI ini. Sedang Mentor UMKM Naik Kelas Jatim, Yeti Chotimah, M.Pd membekali peserta dengan materi keamanan cyber untuk menyelamatkan rekening peserta dari niat jahat yang bobol identitas lewat nomer HP.

Bagaimana kesan peserta? Melalui Juru Bahasa Isyarat (JBI) Firdaus yang didampingi JBI Risa yang sedang hamil serta bendahara Aura Lentera Titis Anganten, S.Psi, S.Pd.

“Kami menjalani pelatihan luar biasa dari orang-orang yang berhati mulia. Bila tanpa ada pendampingan, kami laksana katak dalam tempurung, hanya biso nrimo tanpo upoyo dalam keadaan ragam perbedaan. Padahal kami harus terus menjalani hidup dengan kemandirian dan kebahagiaan menurut takaran kami, ” (Bung Aguk)