Dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, acara Gesah Adat Tradisi yang diselenggarakan oleh Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) siang ini berlangsung di destinasi wisata Sumber Waras desa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi-Jatim Rabu (15/09/2021).
Acara berlangsung santai dan menyenangkan karena didukung alam yang bercuaca dingin dan asri serta pemandangan begitu indah mempesona sambil dihibur oleh tabuhan gamelan angklung khas Banyuwangi dengan membawakan gending-gending Banyuwangian.

Asrinya alam dan dinginnyanya hawa di kaki gunung Ijen, membuat destinasi wisata Sumber Waras cocok untuk dijadikan tujuan wisata. Di sini juga ada pemandian untuk dewasa dan anak- anak serta ada pula kolam ikan. Air kolam dipemandian Sumber Waras dipercaya oleh Aekanu Hariyono yang bisa mengobati penyakit linu-linu, rematic dll.
Peserta Gesah adat tradisi yang hadir merasa betah untuk berlama-lama disini, sambil menikmati sajian menu khas osing yang disediakan tuan rumah.

Teguh Eko Rahadi, SAB. Selaku tuan rumah dalam pertemuan ini menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para peserta Gesah Adat Tradisi di tempat destinasi wisata Sumber Waras yang ia kelola, dan Teguh berharap “Semoga para budayawan Banyuwangi yang tergabung dalam wadah KOPAT dapat membahas hal yang berkaitan dengan perkembangan adat budaya masyarakat Osing (penduduk asli Banyuwangi) di saat pandemi covid-19 melanda dunia, “ungkap Teguh.
Masih kata Teguh dari hasil pembahasan dari pertemuan di destinasi wisata Sumber waras, semoga menjadi sumbangsih yang dapat dipakai sebagai rujukan oleh Pemerintah Daerah dalam menentukan arah kebijakan dalam membangun Banyuwangi di sektor budaya.
KOPAT sebagai Organisasi berperan aktif dalam melestarikan adat tradisi masyarakat Osing, tujuannya agar budaya atau adat tradisi yang dimiliki tidak punah.

Banyak upaya yang dilakukan oleh KOPAT agar adat tradisi tetap bertahan, diantaranya KOPAT Membantu masyarakat Desa/Kelurahan yang akan mengadakan kegiatan upacara upacara adat, KOPAT akan hadir dan ikut berperan didalamnya bersama warga setempat.
KOPAT berusaha mengenalkan adat tradisi wong osing kepada para generasi muda lewat seminar atau diskusi diskusi, dengan harapan para generasi muda menjadi semakin tahu akan warisan adat tradisi nenek moyangnya.
KOPAT Sedang merenovasi tempat pertemuan (base camp) yang ada didukuh Talun jeruk desa / Kecamatan Glagah karena akan difungsikan sebagai tempat edukasi bagi generasi muda yang ingin tahu lebih dalam adat budaya leluhurnya, juga untuk menyimpan barang barang yang berkaitan dengan adat tradisi serta juga berfungsi sebagai tempat latihan atau pertunjukan seni. Sanusi Marhaedi dalam kesempatan ini lebih menekankan tentang Tamansuruh yang kaya akan adat budaya.
Sedang Wowok Meirianto selaku Ketua KOPAT banyak menyoroti potensi Tamansuruh yang memiliki sumber alam yang tidak kalah dengan daerah lain. Sarpin yang ikut gresah, mengatakan bahwa “Glagah merupakan salah satu Kecamatan di Banyuwangi bisa disebut sebagai pusat episentrum seni etnic di Kabupaten Banyuwangi , “katanya.
Mengakhiri gesah, Aekanu Hariyono menjelaskan bahwa air yang ada di kolam Sumber waras bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. (Hariyanto)


Komentar