oleh

PISAH KENAL PENDETA GEREJA KRISTEN JAWI WETAN BANYUWANGI

-Berita-1.195 views

Kegiatan ini diselenggarakan pada ini Rabu Kliwon 06.10.2021, bertempat di Waroeng Kemarang Jalan Perkebunan Kalibendo Km 5 desa Tamansuruh kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi-Jatim. Turut hadir di pertemuan ini selain paraJemaat GKJW Banyuwangi, juga para undangan diantaranya perwakilan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Banyuwangi, Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi, dari Group Musik Karawitan Banyuwangi, Perwakilan Gesah Boso Osing Tulen (GBOT) Banyuwangi dan para budayawan serta seniman Banyuwangi.

Acara Pisah kenal ini diselenggarakan untuk menyambut Pendeta GKJW yang baru yaitu Suko Tiyarno Chrstin, menggantikan Pendeta Kristanto yang berpindah tugas ke Kecamatan Waru kabupaten Sidoarjo.

Walau cuaca hujan, Kegiatan ini berlangsung aman dan lancar.
Selamat datang kepada Bapak Pendeta Suko Tiyarno Christin, dan selamat jalan Bapak Pendeta Kristanto serta selamat bertugas di tempat yang baru.

20211006_130754

Dalam sambutannya, Pendeta Kristanto menekankan tentang Essensi budaya dan keagamaan yang bertujuan kemanusiaan.

“Apabila ada orang yang membenci saudaranya, berarti ia adalah pembunuh, “ungkapnya.

Lanjut Pendeta Kristanto  “Banyuwangi selama ini masuk kategori nihil kasus intoleransi, hal ini dikarenakan masyarakat Banyuwangi bersama tokoh tokoh agama saling menghormati adanya perbedaan, “katanya.

20211006_132916

Pendeta Suko Tiyarno Christin yang juga memberikan sambutan mengatakan “Simpul-simpul yang ada di kehidupan manusia, dapat dipersatukan oleh seni dan budaya, “jelasnya.

Masih pendeta Suko mengatakan  “Satu musuh itu terlalu banyak dan seribu kawan itu terlalu sedikit, ” katanya.

Antara Pendeta Kristanto dan Pendeta Suko Tiyarno Christin ternyata sama sama sebagai seorang pemerhati seni dan budaya, beliau berdua juga mahir mendalang pertunjukan wayang.

Pendeta Kristanto selalu
mengedepankan kerukunan umat beragama, tidak heran kalau beliau banyak diundang dalam kegiatan yang diaelenggarakan oleh agama agama lain.
Begitu juga Pendeta Suko yang selama bertugas di Kabupaten Malang, beliau juga sering mendatangi pondok pondok pesantren. Pendeta Suko pernah bertugas di negara Tanzania Afrika selama tiga tahun sebagai duta hubungan pemuda antar agama. Di dunia seni dan budaya, beliau juga pernah kursus Ndalang di Semarang selama enam bulan. Pendeta Suko juga pernah menjadi dalang wayang kulit di Philipina dan Jerman.

20211006_123934

Sebelum acara ditutup, pendeta Suko oleh tokoh Kopat diminta untuk berkolaburasi dengan group musik karawitan lengkap dengan sinden dan wiyogonya.

Acara ditutup dengan do’a secara Islam disampaikan oleh Sanusi Marhaedi dan secara Kristen disampaikan oleh Wahono, kemudian dilanjut dengan pemberian kenang kenangan yang diberikan kepada Bapak Pendeta Kristanto. (Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *