oleh

Misteri Watu Gepeng di Desa Telemung -.Kalipuro

Penamaan Dusun Watu Gepeng yang terletak di Desa Telemung Kabupaten Banyuwangi-Jatim ternyata diambil dari sebuah ceritera rakyat yang berkembang di masyarakat sekitar. Alkisah diketemukan sebuah situs batu ceper atau Watu gepeng oleh seorang yang bernama Nyi Supani beserta istri, beliau ini adalah pendatang dari pulau Madura.

Beberapa anggota Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Banyuwangi yang diketuai oleh Sanusi Marhaedi , hari ini Selasa (23/11/2021) bertandang ke lokasi situs Watu Gepeng yang terletak di dusun Watu Gepeng desa Telemung Kecamatan Kalipuro dengan diantar Muhammad Lutfi Kasi Pemerintahan desa Telemung, sesampai di lokasi disambut oleh Wahyu Kusuma selaku Kepala dusun Watu gepeng. Wahyu mengatakan bahwa warga di sini tidak ada yang mengkeramatkan situs Watu Gepeng ini secara berlebihan, tetapi Warga disini hanya melanjutkan tradisi yang pernah leluhur lakukan terhadap situs Watu Gepeng yang banyak orang menganggap Batu keramat.

Rama Supandi selaku juru kunci dari situs Watu Gepeng.

“Warga dusun Watu Gepeng setiap bulan Dzulhijjah tepatnya di hari Jumat Legi, selalu menggelar selamatan bertempat di lokasi Watu Gepeng ini, mereka para warga membawa nasi tumpeng dan pecel pitik yang diletakkan di ancak (Baki yang terbuat dari batang pisang). Selain nasi tumpeng, ada pula warga yang membawa jenang abang (bubur merah). Warga kemudian memanjatkan do’a kepada Allah SWT dengan dipimpin oleh sesepuh, setelah itu mereka memakan nasi tumpeng dan jenang abang bersama sama, “tuturnya.

 

IMG-20211123-WA0027

Rama Supandi menambahkan awalnya upacara selamatan ini dilakukan oleh beberapa orang saja dan itupun dari keluarganya juru kunci, alhamdulillah sekarang hampir diikuti oleh semua warga dusun Watu gepeng dan bahkan ada warga dari dusun lainnya.

Lebih lanjut Rama Supandi saat berada dilokasi Watu gepeng mengatakan

“Batu ceper yang berukuran 1 M dengan tebal 70 cm ini pertama kali ditemukan oleh kakek buyutnya yang bernama Nyi Supani yang kala itu sedang membuka lahan di hutan belantara yang sangat lebat. Mbah Supani berniat untuk menjadikan lahan ini sebagai pemukiman, saat membajak tiba-tiba bajak yang ia gunakan terbentur oleh batu. Nyi Supani terus menggali di sekeliling batu ini dengan tujuan mau dipindah, namun semakin digali semakin tidak menemukan ujung dari batu ini, “jelasnya.

Rama Supandi melanjutkan adanya peristiwa aneh ini, akhirnya Nyi Supani memberi nama kawasan hutan ini dengan sebutan Watu Gepeng.

Kawasan dusun Watu Gepeng terbilang subur akan tanaman holtikultura, buah buahan dan sangat baik untuk peternakan. Ini terbukti buah-buahan durian, manggis, Langsat, Celuring dan lainnya tumbuh subur disini, di dusun Watu Gepeng ini juga terkenal dengan penghasil Susu Etawa yang sangat berkasiat untuk kesehatan tubuh manusia dan mayoritas penduduk di dusun Watu gepeng ini adalah sebagai petani dan juga sebagai peternak.

Kembali ke situs Watu Gepeng, Rama Supandi juga menuturkan bahwa dulu pada tahun 1946 pernah ada sekelompok Tentara yang sedang napak tilas disini, Tentara ini ingin mengetahui seberapa dalam batu itu tertanam di bumi, Tentara ini mencoba menggali sampai kedalaman sekian meter tetapi tidak berhasil menemukan ujung dari batu ini.

Menurut ceritera rakyat yang berkembang di dusun Watu gepeng

“Watu gepeng ini ujungnya tersambung dengan batu yang berdiri tegak di Watu dodol yang letaknya sejauh 15 Km an, “katanya.

Sebelum menutup wawancara dengan
Rama Supandi menambahkan bahwa  setiap bulan Haji atau bulan Dzhulhijah pas dihari Jumat legi, warga dusun Watu gepeng rutin menggelar do’a bersama (selamatan) yang dimulai sejak pagi sampai menjelang Sholat Jumat.

“Kegiatan do’a bersama di situs Watu gepeng ini adalah sebagai wujud dari para generasi penerus dalam usaha menguri nguri atau melestarikan adat budaya yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Seandainya di bulan Dzulhijah tidak ada hari jumat legi nya, maka diadakan di hari jumat terakhir di bulan Dzulhijjah, ” pungkasnya.
(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *