oleh

Anggota DPRD Fraksi PKB Priyo Santoso Prihatin Keberadaan 7.000 Penderita HIV AIDS di Banyuwangi

BANYUWANGI -Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Priyo Santoso prihatin setelah mendapatkan informasi data warga penderita HIV/AIDS di Banyuwangi tercatat sebanyak 7535 kasus

“ Saya prihatin di Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember kemarin, seakan-akan Banyuwangi mendapatkan  kado special dengan bertambahnya jumlah kasus HIV/AIDS yang mencapai 7535 penderita  dan angka kematian mencapai 642 , “ ucap Priyo Santoso kepada Awak Media, Kamis 2 Nopember 2021.

Priyo Santoso mengakui jika belakangan ini Pemerintah daerah disibukkan dengan penceganan pandemi covid-19. Namun seharusnya  perhatian Pemda tidak hanya teruju pada virus corona tetapi juga pada penyakit lainnya seperti AIDS agar  kasusnya tidak semakin  meningkat.

“ Penyakit HIV/AIDS juga momok yang menakutkan dan harus mendapatkan perhatian,jangan sampai kita abaikan dan hanya terfokus pada covid-19, “ ucapnya.

Politisi muda PKB meminta kepada Pemerintah daerah untuk melakukan tracing dan pendataan secara detail by name by address pederia HIV/AIDS sehingga penanganan dan pengobatannya bias dilakukan secara rutin.

“ Kita akan meminta Bupati Ipuk Fiestiandani untuk memprioritaskan penanganan kasus HIV/AIDS karena hingga kini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV/AIDS ini , “ tegasnya.

Selain itu,Wakil Ketua Komisi I DPRD ini juga berharap ada sinergi dari seluruh pemegang kebijakan di Banyuwangi untuk melakukan tindakan melalui sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat secara komprehensif. Pasalnya selama ini  sosialisasi apa itu HIV/AIDS,gejala,dampak dan solusi yang harus dilakukan sangat minim.

“ Pemerintah daerah harus maksimal  melakukan sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS ini , “ ungkap Priyo Santoso.

Disamping itu, Priyo juga menghimbau masyarakat untuk intens melakukan pemeriksaan kesehatan, bahkan jika ada diantara masyarakat yang terkena atau terdampak penyebaran HIV/AIDS ini segera melaporkan ke pusat layanan kesehatan yang ada, bahkan masyarakat tidak perlu khawatir dan takut karena status setiap pasien atau korban dari penyebaran HIV/AIDS ini akan dilindungi dengan aman.(Jaenudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *