oleh

FPK Banyuwangi Gelar Dialog Berbagai Suku, Etnis dan Veteran

Badan Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Forum Dialog Pembauran Kebangsaan pada hari ini, kamis (02/12/21) di Aula Universitas Banyuwangi. Dialog tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan suku dan etnis di Kabupaten Banyuwangi yang tergabung dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyuwangi dengan tema “Pahlawanku Inspirasiku Bersatu Membangun Bangsaku”.

Dialog tersebut dipimpin oleh Miskawi, M.Pd yang merupakan Ketua Dewan Pembina FPK Kabupaten Banyuwangi. Sementara dari Kesbangpol yang juga mantan camat Banyuwangi, Muhammad Lutfi, S.Sos., M.Si.

Dari jalannya dialog terlihat keakraban antar masyarakat yang notabene nya berbeda beda suku, ini merupakan bukti bukti kongkrit bahwa pembauran kebangsaan telah berjalan dengan baik di Kabupaten Banyuwangi.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banyuwangi Muhammad Lutfi, S.Sos., M.Si menyampaikan terima kasih kepada para tokoh yang hadir mewakili etnis dan suku serta para veteran Banyuwangi dan telah menjalin kerukunan yang sangat baik, ini berarti masyarakat Banyuwangi telah sangat membantu pemerintah, khususnya Pemerintah Banyuwangi dalam rangka terus menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

“Pembaruan kebangsaan ini merupakan bagian penting dari kerukunan nasional yang akan memperkokoh integrasi bangsa. Dalam pembauran kebangsaan akan ditingkatkan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dengan tekad untuk berkehidupan yang bebas, merdeka dan bersatu serta cinta tanah air, ”tutur ketua

Bangkesbangpol Banyuwangi yang baru dilantik tiga hari yang lalu. Lebih lanjut ketua FPK Banyuwangi menjelaskan dalam pembauran kebangsaan, masyarakat juga harus memahami wawasan dan rasa kebangsaan dengan baik, yaitu rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kesadaran berbangsa, kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya yang akhirnya membentuk karakter bangsa.

“Tugas dan kewajiban Pemerintah Daerah terkait dengan pembauran kebangsaan ini adalah membina dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya ancaman gangguan keamanan di daerah akibat persoalan etnis dan suku bangsa. Kemudian juga menumbuhkembangkan keharmonisan, toleransi, saling pengertian, saling menghargai, menghormati dan saling percaya diantara anggota masyarakat dari berbagai ras, suku dan etnis sehingga terwujud kehidupan sosial yang solid dan integral. Banyuwangi juga dikenal dengan kota welas asih, hal ini tidak hanya kerja keras Bupati saja ataupun Kepala Dinas saja, akan tetapi ini semua hasil dari kerja keras masyarakat Banyuwangi yang menjaga kedamaian dan keharmonisan kebhineka tunggal ikaan, ”kata ketua FPK Banyuwangi dalam pidato sambutannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa FPK Provinsi Jawa Timur juga melirik hasil kerja FPK Banyuwangi dan akan berkunjung untuk study banding apresiasi giat FPK Banyuwangi. Forum ini diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas sosial tanpa memandang etnis dan golongan, menyuburkan proses pembauran, dan memantapkan persatuan dan kesatuan antar seluruh elemen bangsa. Sehingga harapan yang ingin dicapai adalah bahwa dengan melestarikan pembauran antar suku/etnis dan budaya, kita dapat mewujudkan kehidupan masyarakat katingan yang rukun, damai, harmonis, bersatu padu dalam kebhinekaan. (Q’Nin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *