oleh

Buku Praja Blambangan & Warung Bathokan Launching di ArtOs Kembang Langit.

Tidak hanya dihadiri oleh seniman lukis dari berbagai kota, pameran lukisan ArtOs Kembang Langit di Lt 3 Gedung Juang’45 pada Sabtu (11/12/2012) juga menghadirkan beberapa penulis buku yang merilis karya terbaru mereka sebagai kado Hari Jadi Banyuwangi ke-250.

Adapun penulis tersebut adalah Yeti Chotimah dengan bukunya yang berjudul “Sejarah, Seni dan Budaya Banyuwangi”.

Buku tersebut berisikan tentang bagaimana kesenian dan kebudayaan Banyuwangi yang harus terus diperhatikan oleh generasi muda.

IMG-20211212-WA0002

Selain itu, Yeti yang berprofesi sebagai Guru IPA yang aktif menulis fiksi dan nonfiksi tersebut juga meluncurkan karya lain yang digarap bersama maestro budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan. Buku tersebut berjudul “Warung Batokan”.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa berkarya bersama Pak Hasnan. Ini amanat karena beliau yang sudah berusia 93 tahun tak ingin meninggal dalam keadaan belum tuntas menyelesaikan karya.Buku ini saya jadikan kado untuk Hari Jadi Banyuwangi yang ke 250 tahun, “ungkap guru SMPN 3 Rogojampi yang didapuk menjadi Ketua MGMP Bahasa Osing ini.

Selain Yeti dengan dua karyanya, adapula buku yang rilis hari ini di Gedung Juang 45, yaitu berjudul “Wiracarita Praja Balambangan” yang ditulis oleh Samsubur.

IMG-20211212-WA0000

Samsubur merupakan sosok sejarawan asal Kalibaru yang masuk Tim Pengusul Pahlawan Nasional dari Bumi Blambangan. Dari hasil riset yang panjang, akhirnya buku setebal 445 halaman ini rampung juga.

Samsubur memercayakan naskahnya kepada Penerbit Lintang Banyuwangi, penerbitan buku lokal asli Banyuwangi yang menerima job banyak dari luar kota dan kini terpanggil untuk kembangkan siswa berkarya terbitian buku.

Dalam bukunya, Samsubur melalui Aguk Darsono yang noner WAnya 081336881945 menceritakan kisah Blambangan selama 3 abad, mulai dari zaman kerajaan, VOC, dan para tokoh pejuang yang melawan para penjajah dari Blambangan.”Ini babon sejarah yang banyak disembunyikan pihak penjajah yang keok. Maka buku ini layak jadi referensi di perpustakaan pemerintah terlebih di kampus dan taman bacaan masyarakat kampung.

Dihadapan guru yang mayoritas guru seni budaya, siswa SMPN  2 Glagah, sastrawan, perupa dan pelukis launching yang dipandu Bagos dari EO Langgar Art yang difasilitasi pendukung acara Direktur Radar Banyuwangi, ketiga buku baru tersebut secara simbolis Ketua DKB Hasan Basri memberikan kepada sastrawan dan budayawan asal Temenggungan Nirwan Dewanto.

Lalu melalui Hj. Chasiastoetie Soeherman secara simbolis menyerahkan buku-buku tersebut diberikan kepada Nasirun, seniman lukis nasional asal Banyumas yang karyanya banyak menghiasi Istana Negara yang kemudian ditanda tangani poster buku tersebut.(Affandi/AWN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *