Selasa (13/12/21) bertempat di Aula Rektorat Lt 1 STIKES Banyuwangi, Forum Banyuwangi Sehat kedatangan tamu dari Forum Kabupaten Sehat Mojokerto dengan agenda Studi Banding.
Kegiatan di buka oleh bapak Ketua FBS DR. H. Soekardjo dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwasanya “Kami sangat terbuka kepada kabupaten/kota lain yg akan studi banding dengan Kab. Banyuwangi, tentunya kami juga masih banyak kekurangan, kami juga butuh masukan dan saran jika nanti pada kegiatan studi tiru ini menemukan banyak kekurangan dari kami, “Tutur pak karjo pria yang sehari-hari juga menjabat sebagai Ketua STIKES Banyuwangi.

Dilanjutkan dengan sambuatan Ketua FKS Mojokerto Ina Muji Astuti menyampaikan “Tujuan kami adalah untuk menimba ilmu terkait pelaksanaan FKS Di Kab. Banyuwangi terutama tentang ODF dan bagaimana FBS menyusun dokumen sehinga bisa lolos verifikasi wistara yang ke 2, “ungkapnya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari masing – masing kabupaten dan dilanjutkan foto bersama.
Setelah sambuatan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama yang dipandu oleh Sekretaris 1 FBS Nur Anim Jauhairiyah. Penyusunan data FBS sebenarnya hanya mengusulkan 6 tatanan, dan setiap tatanan kami dibantu oleh SKPD terkai untuk mengumpulkan data- data yang diperlukan, seperti foto kegiatan, berkas pendukung dll.
Kegiatan saat verifikasi lapangan juga salah satu pembahasan pada diskusi kali ini, mulai pengenalan tim juri verlap dan penjelasan mulai datang sampai pulang yg di terang kan oleh pak Winanto pembina FBS dari Dinas Kesehatan.
Tempat berikutnya yang menjadi studi banding adalah Sekretariat Forum Banyuwangi Sehat. Disini para tamu dari forum kabupaten Mojokerto sehat di tunjukan contoh penyusunan dokumen tatanan kota sehat yg telah dikirim oleh FBS hingga bisa lolos Verifikasi data di Pusat. Sementara itu salah satu peserta dari Mojokerto sehat kembali menayakan cara Kab. Banyuwangi bisa mendapatkan kan predikan kabupaten bebas ODF.
Pak Winanto kembali memberi bocoran terkait banyuwangi bisa ODF, Banyuwangi memiliki strategi dalam hal ini, antara lain 1. Banyuwangi dalam Musrenbangdes setiap desa menganggarkan untuk membuat jamban umum bagi masyarakat kususnya yang bermukim di bantaran sungai. 2. Memaksimalakan CSR dari perusahaan yang berdiri di Kab. Banyuwangi untuk pengadaan jambanisasi di kecamatan dan desa yang masih rendah kepemilikan jamban 3. Diadakanya festival jeding resik dibanyuwangi setiap tahun. Dari 3 bocoran ini akhirnya Alhamdulillah banyuwangi berangsur-angsur bisa bebas dari masyarakat yang BAB sembarangan hingga mendapat predikat kabupaten dengan ODF 100%
Setalah diskusi selesai, rombongan diajak untuk melihat salah satu titik pantau saat verlap Kabupaten Sehat di sungai KALILO Banyuwangi dan membuktikan bahwasanya sungainya sangat bersih.
Dan menjadi salah satu wisata selvi di Banyuwangi. Alhamdulillah kegiatan studi banding hari ini selesai dan rombongan kembali ke Mojokerto dengan membawa banyak catatan yang akan di terapkan di kabupatennya. (Pipit/desika)


Komentar